| Nia Dinata mulai syuting film " Berbagi Suami 2.0" mengangkat cerita poligami dan relasi rumah tangga |
Dua dekade setelah film Berbagi
Suami memantik perbincangan publik mengenai poligami dan relasi rumah tangga,
versi terbaru ini hadir dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi
sosial masa kini, terutama terkait dampak psikologis, emosional, hingga konflik
dalam keluarga modern.
Film ini tidak menjadi kelanjutan
langsung dari cerita sebelumnya, melainkan menghadirkan tiga karakter utama
baru dengan dinamika keluarga yang berbeda.
Isu poligami tetap menjadi benang
merah yang menghubungkan seluruh cerita, sekaligus membuka perspektif mengenai
ketimpangan relasi dan tekanan sosial yang dialami perempuan serta anak dalam
keluarga.
“Dua puluh tahun lalu, Berbagi
Suami berbicara tentang poligami sebagai fenomena sosial yang mulai terlihat di
ruang publik. Hari ini, struktur film tetap dengan tiga karakter keluarga,
detail dan kondisinya mengalami perubahan sesuai zaman, tetapi persoalan
ketimpangan relasi, luka emosional, dan posisi perempuan dalam keluarga masih
sangat relevan,” ujar Nia Dinata.
Menurutnya, di era digital saat ini, persoalan rumah tangga kerap berkembang menjadi konsumsi publik melalui media sosial. Kondisi tersebut dinilai membuat banyak luka emosional dalam hubungan justru dianggap normal, padahal dampaknya dapat berlangsung panjang bagi seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Nia Dinata bersama crew film dan pemain " Berbagi Suami 2.0
Proses produksi Berbagi Suami 2.0
akan berlangsung di Yogyakarta, Solo, dan Jakarta hingga Juli 2026. Sejumlah
kru inti dari film pertama kembali terlibat dalam proyek ini, di antaranya
penata sinematografi Ipung Rachmat Syaiful, penata busana Tania Soeprapto,
serta penata musik Aghi Narottama.
Selain itu, Melissa Karim yang
sebelumnya turut bermain dalam film Berbagi Suami kini dipercaya menjadi
produser.
Melalui film ini, Nia Dinata
berharap dapat kembali membuka ruang diskusi publik mengenai relasi keluarga,
posisi perempuan, serta dinamika sosial yang masih terus berkembang di tengah
masyarakat modern. (*/red).