Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Penghormatan bagi Perjuangan Buruh Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 | 11:50 WIB Last Updated 2026-05-17T04:50:48Z
Klik
Presiden Probowo meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk



NGANJUK, FAKTABANDUNGRAYA,---— Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bentuk penghormatan negara terhadap sejarah perjuangan kaum pekerja sekaligus pengingat pentingnya perlindungan hak-hak buruh di Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa museum tersebut didirikan sebagai simbol perjuangan kaum buruh, khususnya mengenang keberanian Marsinah dalam memperjuangkan hak pekerja.

“Museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” ujar Presiden.

Menurut Prabowo, perjuangan Marsinah tidak hanya mewakili kaum buruh, tetapi juga menjadi simbol perjuangan masyarakat kecil yang berada dalam posisi lemah secara ekonomi maupun kekuasaan. Ia menilai tragedi yang menimpa Marsinah semestinya tidak terjadi di negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila.

Presiden juga menekankan pentingnya semangat kekeluargaan dalam kehidupan berbangsa, di mana seluruh elemen masyarakat memiliki kedudukan yang sama sebagai anak bangsa.

“Buruh adalah anak-anak bangsa, petani adalah anak-anak bangsa, nelayan adalah anak-anak bangsa. Semuanya,” katanya.

Prabowo berharap tragedi yang pernah dialami Marsinah tidak kembali terulang di masa mendatang. Ia juga mengungkapkan bahwa pendirian Museum Marsinah berawal dari aspirasi kalangan serikat pekerja yang mengusulkan Marsinah sebagai pahlawan nasional.

Menurut Presiden, para pimpinan serikat pekerja menilai Marsinah layak mendapatkan penghormatan negara atas perjuangannya membela hak-hak kaum buruh.

Presiden Probowo didampingi Menaker Yassierli pada peresmian Museum Marsinah



Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan Museum Marsinah tidak hanya menjadi tempat mengenang sejarah perjuangan pekerja, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi ketenagakerjaan.

Museum tersebut mendokumentasikan berbagai arsip perjuangan buruh, mulai dari penetapan upah minimum, hak cuti hamil, hingga hak berserikat. Selain itu, museum diharapkan menjadi pusat studi hukum ketenagakerjaan bagi generasi pekerja baru.

“Keberadaan museum ini menjadi pengingat penting mengenai perlindungan hak asasi pekerja, baik bagi penegak hukum maupun dunia usaha agar kekerasan terhadap pekerja yang memperjuangkan haknya tidak kembali terjadi,” kata Yassierli.

Turut hadir dalam peresmian tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.

Hadir pula pimpinan konfederasi dan federasi serikat pekerja, perwakilan International Labour Organization, ATUC, dan ITUC. (*/red).

×
Berita Terbaru Update