Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PVJ Bandung Olah 3,5 Ton Sampah per Hari, Andalkan Maggot dan Pemilahan Ketat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 00:04 WIB Last Updated 2026-05-08T17:04:14Z
Klik
Paris Van Java (PVJ) Mall Bandung siapkan tempat pengelolaan sampah



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Paris Van Java Mall (PVJ) Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui sistem pengolahan mandiri yang telah dijalankan sejak 2014. Melalui metode pemilahan dan budidaya maggot, pusat perbelanjaan tersebut kini mampu mengolah sekitar 3,5 ton sampah setiap hari.

General Affairs PVJ, Budi Santosa mengatakan, sebagian besar sampah yang dihasilkan berasal dari aktivitas tenant makanan dan minuman yang mendominasi kawasan pusat perbelanjaan tersebut.

“Sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan merupakan organik, sisanya anorganik dan residu. Untuk organik, kami olah menggunakan sistem maggotisasi dan sejauh ini berjalan dengan baik,” ujar Budi, Jum’at (8/5/2026).

Menurutnya, dari total timbulan sampah harian sekitar 3 hingga 4 ton, sebanyak 2 ton di antaranya merupakan sampah organik yang diolah menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF).

Melalui proses tersebut, sampah organik diurai menjadi kasgot atau pupuk organik yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan perkebunan milik PVJ di kawasan Lembang.

“Setiap hari kami bisa menghasilkan sekitar 13 sampai 15 kilogram kasgot,” katanya.

Sementara itu, sampah anorganik dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga, sedangkan sampah residu yang tidak dapat diolah tetap dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Budi menjelaskan, sistem pengelolaan sampah di PVJ dilakukan secara terintegrasi mulai dari tingkat tenant. Saat ini terdapat sekitar 350 tenant di kawasan PVJ, dengan sekitar 30 persen di antaranya merupakan tenant makanan dan minuman.

Setiap tenant diwajibkan melakukan pemilahan sampah organik menggunakan wadah khusus yang telah disediakan. Petugas kemudian melakukan pengangkutan sampah secara rutin setiap malam.

PVJ juga menerapkan aturan tegas terhadap tenant yang tidak melakukan pemilahan sampah dengan benar.

“Kalau masih ada sampah yang tidak terpilah, kami tidak angkut. Bahkan ada denda Rp500 ribu dan dibuatkan berita acara pelanggaran,” ujarnya.

Menurut Budi, aturan tersebut diterapkan untuk membangun disiplin dan konsistensi pengelolaan sampah di lingkungan pusat perbelanjaan.

Mogot hasil pengelolaan sampah oleh PVJ


Upaya tersebut dinilai memberikan dampak positif, baik dari sisi lingkungan maupun efisiensi operasional. Sebelum memiliki sistem pengolahan mandiri, biaya pengelolaan sampah di PVJ mencapai Rp40 hingga Rp50 juta per bulan.

Namun setelah sistem pengolahan diterapkan, biaya tersebut berhasil ditekan hingga sekitar Rp20 juta per bulan.

“Selain lebih ramah lingkungan, pengelolaan sampah mandiri juga jauh lebih efisien secara biaya,” katanya.

Budi menegaskan, PVJ akan terus mempertahankan konsistensi pengelolaan sampah seiring meningkatnya jumlah pengunjung, terutama pada akhir pekan.

“Kami setiap hari berjibaku dengan sampah, apalagi saat weekend volumenya meningkat. Tapi kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk lingkungan,” ujarnya.(rob)

×
Berita Terbaru Update