![]() |
| Peserta Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Calon Ahli K3 Umum Batch 2 oleh Kemanker |
Direktur
Jenderal Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Ismail Pakaya, mengatakan kegiatan ini
tidak sekadar menjadi proses administrasi, tetapi juga memastikan calon Ahli K3
memahami norma dan prinsip keselamatan kerja secara profesional.
“Calon
Ahli K3 diharapkan mampu menjalankan perannya dalam menciptakan budaya kerja
yang aman dan produktif,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Sebanyak
2.100 peserta dari berbagai daerah mengikuti kegiatan yang digelar serentak di
sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar.
Salah
satu peserta asal Lamongan, Syibro Ihmi, menilai kompetensi K3 menjadi syarat
penting untuk memasuki dunia industri. Menurutnya, penerapan keselamatan kerja
masih menghadapi tantangan, terutama rendahnya kesadaran penggunaan alat
pelindung diri (APD).
“Masih
ada tempat kerja yang perlengkapan APD-nya belum lengkap. Padahal keselamatan
kerja sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, peran Ahli K3 tidak hanya memahami regulasi dan aspek teknis, tetapi juga mengedukasi pekerja agar budaya keselamatan kerja semakin tumbuh di lingkungan industri.
.jpeg)
Peserta Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Calon Ahli K3 Umum Batch 2 oleh Kemanker
Peserta
lainnya asal Makassar, Aidil Cahyadi, mengaku tantangan terbesar selama
mengikuti pembinaan adalah membagi waktu antara pekerjaan dan proses belajar.
Meski
demikian, ia menilai kegiatan sertifikasi tersebut memberi pemahaman lebih
komprehensif terkait penerapan K3, baik dari sisi teori maupun praktik di
lapangan.
“Kegiatan
ini membantu kami memahami penerapan K3 secara langsung di tempat kerja,”
ujarnya. (*/red).
