Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

ITB Siap Percepat Penanganan Sampah di Tamansari Lewat Teknologi dan Ekonomi Sirkular

Kamis, 14 Mei 2026 | 11:35 WIB Last Updated 2026-05-14T04:35:34Z
Klik
Pemkot Bandung dan ITB kolaboarasi tangani sampah kawasan Tamansari 



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat kolaborasi penanganan sampah melalui monitoring kondisi persampahan di kawasan bawah Jalan Layang Pasopati, Kecamatan Tamansari, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman, jajaran kewilayahan, Dinas Lingkungan Hidup, serta akademisi dan praktisi dari Institut Teknologi Bandung.

Wakil Rektor ITB, Agus Jatnika, menyatakan ITB siap menjadi fasilitator agar penanganan sampah di Kota Bandung segera masuk tahap implementasi nyata.

“Selama ini persoalan sampah terlalu lama berhenti di tataran wacana. Sekarang saatnya eksekusi,” ujarnya.

Menurut Agus, berbagai teknologi pengolahan sampah yang telah dikembangkan ITB siap diterapkan di masyarakat, mulai dari pengolahan styrofoam, plastik menjadi brick block, hingga pengolahan sampah organik berbasis ekonomi sirkular.

Dosen SBM ITB, Melia Famiola, menilai tantangan utama saat ini bukan lagi teknologi, melainkan membangun kesadaran masyarakat agar sampah dipandang memiliki nilai ekonomi.

“Sampah jangan lagi dilihat sebagai beban, tetapi peluang ekonomi baru yang melibatkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengungkapkan produksi sampah di Kota Bandung mencapai sekitar 1.600 hingga 1.700 ton per hari, sedangkan kapasitas pengiriman ke TPA Sarimukti hanya sekitar 980 ton per hari.

Menurutnya, Pemkot Bandung telah melakukan berbagai upaya seperti penyediaan insinerator, RDF, komposter, hingga penguatan program pengolahan sampah mandiri di tingkat kewilayahan.

Dalam forum tersebut juga muncul usulan pengembangan platform komunikasi antar pengelola sampah di Kota Bandung agar praktik pengolahan yang berhasil dapat diterapkan di wilayah lain.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian ialah konsep budidaya maggot dan peternakan ayam berbasis sampah organik yang dikembangkan akademisi ITB di kawasan Pasirlayung. Sistem tersebut dinilai mampu mengurangi sampah sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi bagi warga. (ziz/red).

×
Berita Terbaru Update