![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan pimpin sasapu bandung di kawasan kebon jati |
Pada kegiatan Sasapu Bandung ke-4,
Farhan memimpin langsung pembersihan kawasan Kebon Jati, Stasiun Hall, hingga
Pasirkaliki (Paskal), yang selama ini dikenal sebagai area dengan aktivitas
masyarakat dan lalu lintas yang cukup tinggi.
Sejak pukul 04.00 WIB, aparat
kewilayahan, petugas kebersihan, serta unsur pendukung lainnya mulai bergerak
membersihkan jalan, trotoar, saluran drainase, hingga sejumlah titik yang kerap
menjadi lokasi penumpukan sampah.
Farhan terlihat meninjau langsung
kondisi kawasan sambil berdialog dengan aparat dan petugas lapangan terkait
berbagai persoalan kebersihan yang masih ditemukan di lapangan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian
dari komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk memastikan program Sasapu tidak
sekadar menjadi gerakan simbolis, tetapi benar-benar berjalan secara konsisten
dan berkelanjutan.
Program Sasapu sendiri kini telah
diperluas dari semula 46 titik menjadi 181 titik yang tersebar di seluruh
wilayah Kota Bandung. Memasuki pekan keempat, fokus kegiatan tidak hanya pada
pembersihan rutin, tetapi juga pemetaan berbagai persoalan lingkungan yang
membutuhkan penanganan lanjutan.
Selain membersihkan sampah dan
sedimentasi saluran air, kegiatan Sasapu juga diarahkan untuk memastikan sistem
drainase tetap berfungsi optimal, terutama menghadapi potensi peningkatan curah
hujan di sejumlah wilayah.
![]() |
| Sasapu Bandung di kawasan Kebon jati |
“Penanganan kebersihan harus
dilakukan bersama-sama dan hadir langsung di lapangan agar persoalan yang ada
bisa segera ditangani,” ujarnya.
Selain menjadi contoh bagi
masyarakat, program Sasapu juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap respons
dan kedisiplinan aparat kewilayahan dalam menjaga kebersihan lingkungan
masing-masing.
Pelaksanaan Sasapu Bandung ke-4
dilakukan secara serentak di berbagai titik lain di Kota Bandung sebagai bagian
dari gerakan kebersihan terpadu yang terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung. (ziz/red).

.jpeg)