Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Siskamling ke-93: Farhan Ungkap Kompleksitas Masalah Perbatasan Bandung-Cimahi

Jumat, 01 Mei 2026 | 22:29 WIB Last Updated 2026-05-01T15:29:25Z
Klik
Wali kota Bandung M.Farhan saat kunjungi Kelurahan Campaka


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai wilayah perbatasan kota memiliki kompleksitas persoalan. Kawasan ini dinilai strategis sekaligus rentan karena berbagai dinamika dari daerah tetangga turut berdampak pada Kota Bandung.

Hal itu diungkapkan Farhan saat mengunjungi Kelurahan Campaka pada Siskamling Siaga Bencana ke-93, Jumat 1 Mei 2026.

“Ini termasuk kelurahan prioritas karena berada di daerah perbatasan. Apa yang terjadi di kota Cimahi pun berdampak pada Kota Bandung,” kata Farhan.

Dalam kunjungannya, Farhan mengatakan penyelesaian masalah di wilayah perbatasan tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu pendekatan kolaboratif dengan melibatkan lurah, camat serta tujuh RW setempat untuk merumuskan solusi bersama.

“Permasalahannya sangat kompleks sehingga perlu konsolidasi bersama. Insya Allah ini bisa dibantu tidak hanya oleh Forkopimcam tetapi juga keberadaan kompleks Kodam dan Lanud Husein yang dapat memberdayakan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Farhan mengingatkan percepatan pelaksanaan program berbasis kewilayahan atau prakarsa yang telah diterima oleh tujuh RW di Campaka. Program ini difokuskan untuk menjawab persoalan lingkungan khususnya di gang-gang permukiman.

“Yang disegerakan adalah program prakarsa. Saya ingin memastikan program ini berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terutama untuk menangani masalah lingkungan,” jelasnya.

Wali kota Bandung M.Farhan saat kunjungi Kelurahan Campaka


Selain isu perbatasan, Farhan juga menyoroti kondisi darurat pengelolaan sampah menyusul penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sejak Kamis (30/4/2026) lalu. Dampaknya, pengangkutan sampah dari Kota Bandung dihentikan sementara selama tiga hari.

“Kita sudah tidak bisa mengangkut sampah ke Sarimukti pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. TPS dan TPA sudah penuh,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Farhan menginstruksikan seluruh lurah untuk segera berkoordinasi dengan RW agar pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri di tingkat wilayah selama masa darurat tersebut.

“Saya minta seluruh lurah memastikan sampah selama tiga hari ini diolah di RW masing-masing, agar tidak terjadi penumpukan berlebihan,” tuturnya. (kyy/red).

×
Berita Terbaru Update