![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan saat kunjungi Kelurahan Campaka |
Hal itu diungkapkan Farhan saat
mengunjungi Kelurahan Campaka pada Siskamling Siaga Bencana ke-93, Jumat 1 Mei
2026.
“Ini termasuk kelurahan prioritas
karena berada di daerah perbatasan. Apa yang terjadi di kota Cimahi pun
berdampak pada Kota Bandung,” kata Farhan.
Dalam kunjungannya, Farhan
mengatakan penyelesaian masalah di wilayah perbatasan tidak bisa dilakukan
secara instan. Perlu pendekatan kolaboratif dengan melibatkan lurah, camat
serta tujuh RW setempat untuk merumuskan solusi bersama.
“Permasalahannya sangat kompleks
sehingga perlu konsolidasi bersama. Insya Allah ini bisa dibantu tidak hanya
oleh Forkopimcam tetapi juga keberadaan kompleks Kodam dan Lanud Husein yang
dapat memberdayakan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Farhan
mengingatkan percepatan pelaksanaan program berbasis kewilayahan atau prakarsa
yang telah diterima oleh tujuh RW di Campaka. Program ini difokuskan untuk
menjawab persoalan lingkungan khususnya di gang-gang permukiman.
“Yang disegerakan adalah program prakarsa. Saya ingin memastikan program ini berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terutama untuk menangani masalah lingkungan,” jelasnya.

Wali kota Bandung M.Farhan saat kunjungi Kelurahan Campaka
Selain isu perbatasan, Farhan juga
menyoroti kondisi darurat pengelolaan sampah menyusul penutupan Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sejak Kamis (30/4/2026) lalu. Dampaknya,
pengangkutan sampah dari Kota Bandung dihentikan sementara selama tiga hari.
“Kita sudah tidak bisa mengangkut
sampah ke Sarimukti pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. TPS dan TPA sudah penuh,”
ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Farhan
menginstruksikan seluruh lurah untuk segera berkoordinasi dengan RW agar
pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri di tingkat wilayah selama masa
darurat tersebut.
“Saya minta seluruh lurah
memastikan sampah selama tiga hari ini diolah di RW masing-masing, agar tidak
terjadi penumpukan berlebihan,” tuturnya. (kyy/red).
