Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wamenaker : Dorong Pemuda Jadi Pencipta Kerja di Tengah Dominasi Sektor Informal

Minggu, 03 Mei 2026 | 11:28 WIB Last Updated 2026-05-03T04:28:44Z
Klik
Wamenaker Afriansyah Noor dlm acara kepemudaan


JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Tantangan ketenagakerjaan di Indonesia masih ditandai oleh dominasi sektor informal dan belum optimalnya penyerapan tenaga kerja. Dalam situasi ini, generasi muda didorong untuk mengambil peran lebih aktif, tidak hanya sebagai pencari kerja tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja baru.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menekankan bahwa jumlah angkatan kerja yang besar belum sepenuhnya diimbangi dengan kualitas dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri. Ia menyebut, kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja masih menjadi persoalan utama yang perlu segera diatasi.

“Pemuda tidak cukup hanya hadir sebagai bagian dari statistik ketenagakerjaan. Mereka harus mampu menunjukkan kontribusi nyata melalui inovasi dan karya,” ujar Afriansyah dalam sebuah acara kepemudaan di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, perubahan lanskap ekonomi—terutama di era digital—membuka peluang luas bagi generasi muda untuk berinovasi. Kewirausahaan berbasis teknologi dinilai menjadi salah satu solusi strategis dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

Pemerintah, lanjut Afriansyah, terus mendorong transformasi sumber daya manusia melalui berbagai program. Pada 2026, Kementerian Ketenagakerjaan memprioritaskan penguatan pelatihan vokasi melalui skilling dan reskilling, pengembangan pusat inovasi talenta, perluasan akses pelatihan yang inklusif, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Selain itu, pendekatan inkubasi juga dikembangkan guna melahirkan wirausaha baru, khususnya di sektor digital, ekonomi kreatif, dan industri ramah lingkungan. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif terhadap perubahan global.

Kolaborasi lintas sektor—melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media—menjadi kunci dalam memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia ke depan.

Dengan potensi yang dimiliki, generasi muda dinilai dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional, asalkan didukung dengan keterampilan yang relevan dan keberanian untuk menciptakan peluang.(*/red).

×
Berita Terbaru Update