Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wamenaker: Kompetensi SDM Jadi Penentu Indonesia Bertahan di Era AI dan Digitalisasi

Jumat, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB Last Updated 2026-05-08T08:13:23Z
Klik
Wamenaker Afriansyah Noor


JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat dinilai membawa perubahan besar terhadap pola kerja dan kebutuhan tenaga kerja di Indonesia. Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama agar tenaga kerja nasional mampu bersaing di tengah dinamika global.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan, tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan jumlah tenaga kerja, tetapi juga kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri yang terus berubah.

“Dunia kerja sedang mengalami perubahan besar akibat AI dan digitalisasi. Tantangan kita bukan hanya soal jumlah, tetapi kualitas dan kesesuaian keterampilan,” kata Afriansyah saat menjadi pembicara dalam Indonesia Cloud and Datacenter Convention 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 218,85 juta orang. Namun, masih terdapat sekitar 7,35 juta pengangguran yang sebagian besar didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menurut Afriansyah, kondisi tersebut menunjukkan masih terjadinya kesenjangan keterampilan atau skill mismatch antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat program peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi, reskilling, dan upskilling. Program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis (hard skill), tetapi juga penguatan soft skill yang dinilai semakin penting di era digital.

Selain itu, Kemnaker juga mengoptimalkan platform SIAPkerja sebagai sistem digital terintegrasi yang memudahkan masyarakat mengakses layanan pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan kerja dalam satu pintu layanan.

Wamenaker Afriansyah Noor bersama Indonesia Cloud and Datacenter Convention 2026 di Jakarta



“Penguatan SDM harus dilakukan secara menyeluruh melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Afriansyah menambahkan, reformasi ketenagakerjaan juga terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital dan pembenahan tata kelola birokrasi agar pelayanan ketenagakerjaan menjadi lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan industri.

Pemerintah, lanjutnya, menargetkan terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang kuat, inklusif, dan adaptif pada periode 2024–2029 sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dengan penguatan kompetensi dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang kompeten, terlindungi, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat global. (*/red).

×
Berita Terbaru Update