Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bandung Perkuat Layanan Kesehatan Mental, Warga Kini Bisa Konseling Psikolog di Puskesmas

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:43 WIB Last Updated 2026-06-09T16:43:55Z
Klik
Dinkes Kota Bandung perkuat layanan kesehatan mental hadir di sejumlah puskesmas



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat layanan kesehatan mental dengan menghadirkan psikolog klinis di sejumlah puskesmas. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pendampingan psikologis sejak dini sekaligus menekan meningkatnya kasus gangguan kesehatan jiwa di Kota Bandung.

Saat ini, layanan psikolog klinis telah tersedia di 12 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung dan dapat diakses seluruh masyarakat, termasuk warga dari wilayah yang belum memiliki layanan serupa.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTKJ) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Girindra Warhana mengatakan, penguatan layanan kesehatan mental merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat.

“Masyarakat jangan menunggu sampai mengalami masalah kesehatan mental yang berat. Kehadiran layanan psikolog di puskesmas ini diharapkan bisa dimanfaatkan sejak dini agar masyarakat mendapatkan bantuan lebih cepat,” ujar Girindra dalam Talkshow Sonata bersama PR FM, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, dari total 80 puskesmas di Kota Bandung, sebanyak 12 puskesmas telah memiliki layanan psikolog klinis yang dipetakan untuk melayani wilayah-wilayah tertentu sebagai pusat rujukan masyarakat sekitar.

Adapun layanan tersebut tersedia di Puskesmas Babakan Sari, Garuda, Ibrahim Adjie, Cibuntu, Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Sukarasa, Pasirkaliki, Salam, dan Cipadung.

Menurut Girindra, masyarakat tetap dapat mengakses layanan psikolog klinis meskipun berdomisili di luar wilayah puskesmas tersebut.

Ia menegaskan, Dinas Kesehatan akan terus melakukan evaluasi dan berupaya memperluas cakupan layanan psikolog klinis di masa mendatang, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa.

“Kami berharap dukungan dari semua pihak agar layanan ini terus berkembang dan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Penguatan layanan kesehatan mental di puskesmas juga telah memiliki dasar hukum yang jelas melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas yang mengatur keberadaan tenaga psikolog klinis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Selain itu, program tersebut menjadi bagian dari tiga prioritas Pemerintah Kota Bandung di bidang kesehatan mental, yakni kesehatan mental di sekolah, kesehatan mental berbasis kewilayahan, dan layanan psikolog klinis di puskesmas.

Sementara itu, Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Bandung, Endang Pregiwatiningsih menekankan bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Dinkes Kota Bandung perkuat layanan kesehatan mental hadir di sejumlah puskesmas



“Menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh. Mencari bantuan psikolog bukan tanda kelemahan, tetapi bentuk keberanian untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai menghilangkan stigma terhadap layanan kesehatan mental dan tidak ragu mencari bantuan ketika mengalami tekanan psikologis, kecemasan, depresi, gangguan tidur, maupun persoalan emosional lainnya.

Menurut Endang, peningkatan layanan kesehatan jiwa dilakukan karena tren kasus gangguan mental di Kota Bandung terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Data dari 80 puskesmas menunjukkan jumlah kasus gangguan jiwa berat meningkat dari 4.261 kasus pada 2022 menjadi 5.272 kasus pada 2025. Selain itu, kasus depresi, kecemasan, gangguan bipolar, hingga gangguan tidur juga terus mengalami peningkatan.

“Data ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa kesehatan mental harus mendapat perhatian serius. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan akses bantuan yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya,” jelasnya.

Melalui penguatan layanan kesehatan mental berbasis puskesmas, Pemerintah Kota Bandung berharap masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kualitas hidup.

“Sehat fisik dan sehat jiwa adalah satu kesatuan. Harapannya, masyarakat Kota Bandung dapat hidup lebih sehat, lebih bahagia, dan tidak ragu mencari bantuan ketika membutuhkan dukungan kesehatan mental,” pungkas Endang. (*/red).

×
Berita Terbaru Update