![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan |
Hal itu disampaikan Wali Kota
Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri pengangkatan sumpah dan janji pengurus
serta pengawas KPKB Tahun 2026–2031 di Aula Igun Sarbini Gedung KPKB Kota
Bandung, Selasa (9/6/2026).
Menurut Farhan, tingginya
pertumbuhan ekonomi menunjukkan daya beli masyarakat Kota Bandung terus
meningkat. Konsumsi masyarakat maupun pemerintah mengalami kenaikan signifikan
yang berdampak pada bergeraknya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Namun di sisi lain, kondisi
tersebut juga memunculkan tantangan berupa meningkatnya inflasi akibat belum
seimbangnya pasokan barang dengan tingginya permintaan pasar.
“Berita baiknya pertumbuhan ekonomi
Kota Bandung mencapai 5,76 persen. Namun yang perlu diwaspadai adalah inflasi
yang saat ini mencapai 0,3 persen per bulan. Jika dihitung tahunan, angkanya
sudah di atas 3,5 persen,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan, kenaikan harga
sejumlah kebutuhan pokok terutama komoditas pangan menjadi salah satu pemicu
inflasi. Harga cabai misalnya, sempat menembus Rp120 ribu per kilogram dalam
beberapa waktu terakhir.
Selain faktor pasokan, perubahan
pola konsumsi masyarakat Kota Bandung yang kini cenderung memilih produk
berkualitas juga ikut memengaruhi dinamika ekonomi daerah.
Menurut Farhan, karakteristik warga
Bandung yang memiliki preferensi tinggi terhadap produk kelas menengah menjadi
peluang besar bagi koperasi untuk berkembang lebih modern dan adaptif terhadap
kebutuhan pasar.
“Konsumsi masyarakat Bandung sedang
tinggi. Ini peluang bagi koperasi untuk menghadirkan produk berkualitas dengan
harga yang pantas, bukan sekadar murah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Farhan
mendorong Koperasi Konsumen Mitra KPKB yang memiliki sekitar 4.500 anggota agar
lebih responsif membaca tren ekonomi dan memperluas usaha pada produk-produk
yang memiliki permintaan tinggi di masyarakat.
Ia juga menyoroti perubahan
perilaku investasi masyarakat kelas menengah yang kini lebih memilih emas
sebagai instrumen investasi yang dianggap stabil dan mudah dipahami.
Karena itu, Farhan mendorong
koperasi untuk mulai mengembangkan layanan tabungan emas melalui kerja sama
dengan Pegadaian agar dapat memberikan alternatif investasi yang aman bagi
anggota.
![]() |
| M.Farhan bersama pengurus KPKB Tahun 2026–2031 |
Meski demikian, Farhan menegaskan
bahwa koperasi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata.
Menurutnya, koperasi memiliki fungsi sosial yang sangat penting sebagai
instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan
ekonomi yang tinggi tidak selalu otomatis mengurangi kesenjangan sosial. Karena
itu, koperasi harus hadir memastikan seluruh anggota, termasuk yang
berpenghasilan rendah, tetap mendapatkan manfaat ekonomi yang adil.
“Koperasi harus menjadi motor
penggerak pemerataan kesejahteraan di Kota Bandung,” tegasnya.
Farhan juga berpesan kepada
pengurus dan pengawas koperasi yang baru dilantik agar menjaga profesionalisme,
akuntabilitas, dan integritas dalam menjalankan organisasi.
Menurutnya, integritas menjadi
fondasi utama agar koperasi mampu tumbuh sehat, dipercaya anggota, dan
memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Integritas, integritas, dan
integritas. Itu yang harus dijaga agar manfaat koperasi benar-benar dirasakan
masyarakat secara luas,” tuturnya.
Melalui penguatan peran koperasi,
Pemerintah Kota Bandung berharap pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dapat
berjalan seiring dengan terciptanya pemerataan kesejahteraan dan penguatan
ekonomi kerakyatan di Kota Bandung. (kyy/red).

