![]() |
| Warga sedang membli BBM di SPBU |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
mengatakan kenaikan harga BBM merupakan dampak dari dinamika global, mulai dari
ketidakseimbangan pasokan dan permintaan energi hingga melemahnya nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Situasi ini memang harus dihadapi
bersama. Pemerintah daerah tidak punya kendali terhadap harga BBM, tetapi kita
bisa mengendalikan pola konsumsi agar lebih hemat dan efisien,” ujar Farhan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot
Bandung tengah menyiapkan kebijakan penghematan operasional, termasuk mendorong
aparatur sipil negara mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mulai
menerapkan sistem berbagi kendaraan atau carpool.
Farhan mengungkapkan, sektor yang
paling terdampak adalah operasional pengangkutan sampah karena kendaraan
layanan publik menggunakan bahan bakar dengan harga tinggi.
“Biaya BBM untuk kendaraan
operasional sampah menjadi tantangan serius bagi kami saat ini,” katanya.
Selain itu, Pemkot Bandung juga
akan menyesuaikan sejumlah pos belanja yang dinilai tidak prioritas, seperti
makan minum dan perjalanan dinas, agar anggaran daerah tetap terjaga.
Meski melakukan efisiensi, Farhan
memastikan pelayanan publik kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama dan
tidak akan terganggu.
“Kita harus beradaptasi dengan
kondisi yang ada, tetapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan
optimal,” pungkasnya.
