Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja, 15 Skema Sertifikasi Kompetensi Disiapkan untuk Lulusan MagangHub

Rabu, 03 Juni 2026 | 19:59 WIB Last Updated 2026-06-03T12:59:01Z
Klik
Menaker RI Yassierli 


JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui program sertifikasi kompetensi bagi lulusan Program Pemagangan Nasional (MagangHub). Bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kemnaker menyiapkan 15 skema sertifikasi kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri saat ini.

Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional di tengah perubahan kebutuhan industri yang semakin berbasis teknologi dan kompetensi profesional.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menegaskan, sertifikasi kompetensi memiliki peran penting dalam memastikan lulusan program pelatihan dan pemagangan memiliki pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki.

“Melalui sertifikasi kompetensi, lulusan MagangHub diharapkan lebih siap bersaing di pasar kerja karena kompetensinya diakui dan sesuai kebutuhan industri,” ujar Yassierli dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).

Sebanyak 15 skema sertifikasi yang disiapkan mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari administrasi perkantoran, teknologi digital, pelayanan, pengelolaan keuangan, sumber daya manusia hingga keselamatan kerja.

Skema tersebut meliputi Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Junior Secretary, Asisten Pengembang Web, Digital Marketing, Pembuatan Desain Grafis, Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Tunggal, Supervisor SDM, Pelayanan Pelanggan, Front Office, Operator Komputer, Digital Filing, Produksi Karya Audio Visual, Analis Data, Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Penyusunan Laporan Keuangan untuk Pemula.

Menurut Yassierli, ragam skema tersebut dirancang agar lulusan MagangHub memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri modern, termasuk penguasaan teknologi digital dan kemampuan analisis data yang kini menjadi kebutuhan utama dunia kerja.

Pelaksanaan sertifikasi nantinya dilakukan oleh BNSP melalui jejaring Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bekerja sama dengan balai pelatihan vokasi Kemnaker di berbagai daerah.

Untuk mendukung program tersebut, Kemnaker juga telah memetakan kesiapan balai pelatihan vokasi di seluruh Indonesia. Hasilnya, sejumlah balai memiliki kapasitas besar dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi.

BBPVP Makassar, BBPVP Medan, dan BPVP Surakarta tercatat mampu menyelenggarakan masing-masing 15 skema sertifikasi. Sementara BBPVP Bekasi memiliki kapasitas 11 skema.

Adapun BBPVP Bandung, BBPVP Semarang, BPVP Aceh, BPVP Padang, BPVP Samarinda, dan BPVP Kendari masing-masing mampu melaksanakan 10 skema sertifikasi.

Secara nasional, total kapasitas penyelenggaraan mencapai 180 skema sertifikasi kompetensi di seluruh balai pelatihan vokasi Kemnaker.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses sertifikasi kompetensi bagi lulusan MagangHub sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi persaingan industri dan pasar kerja yang semakin kompetitif.

Selain menjadi bukti kompetensi, sertifikasi juga dinilai menjadi modal penting bagi tenaga kerja untuk memperoleh peluang kerja yang lebih luas, meningkatkan produktivitas, serta mendukung transformasi ketenagakerjaan nasional menuju SDM unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (*/red).

×
Berita Terbaru Update