Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Yassierli di ILC Jenewa: Komitmen Indonesia Siapkan SDM Unggul Hadapi Era AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 09:43 WIB Last Updated 2026-06-09T02:43:00Z
Klik
Menaler Ri Yassierli di forum ILO di Jenewa Swiss


JENEWA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam menyiapkan tenaga kerja masa depan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tanpa mengabaikan aspek perlindungan dan kesejahteraan pekerja.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan pidato pada Sidang Pleno Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss, Selasa (9/6).

Dalam forum ketenagakerjaan dunia yang diselenggarakan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tersebut, Menaker menegaskan bahwa transformasi teknologi harus menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan justru meninggalkan pekerja di belakang.

“Perubahan teknologi tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menyiapkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan memperkuat perlindungan pekerja agar masyarakat tetap memiliki masa depan kerja yang layak,” ujar Menaker Yassierli.

Menurutnya, perubahan dunia kerja saat ini telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Generasi muda membutuhkan pengalaman kerja yang relevan, lulusan pendidikan memerlukan pelatihan yang sesuai kebutuhan industri, sementara pekerja di sektor digital dan sektor berisiko membutuhkan perlindungan yang semakin kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker memaparkan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk memperkuat kualitas tenaga kerja nasional. Salah satunya melalui Program Pemagangan Nasional yang memberikan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan dengan dukungan uang saku dari pemerintah.

Program tersebut telah menjangkau sekitar 100.000 peserta pada tahun lalu dan ditargetkan meningkat menjadi 150.000 peserta pada tahun ini. Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional yang menyasar lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target 300.000 peserta.

Menaker menekankan bahwa seluruh program pengembangan kompetensi tersebut dirancang secara inklusif dengan memberikan akses yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan wilayah perbatasan.

Di sisi lain, penguatan keterampilan tenaga kerja juga dibarengi dengan upaya penciptaan lapangan kerja baru melalui sejumlah program strategis nasional. Program Makan Bergizi Gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Food Estate, hingga proyek hilirisasi industri disebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka jutaan peluang kerja bagi masyarakat.

“Pembangunan ketenagakerjaan tidak hanya berbicara tentang keterampilan, tetapi juga memastikan tersedianya lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” kata Menaker.

Pada forum internasional tersebut, Indonesia juga menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan pekerja melalui penyampaian instrumen ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan. Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan standar kerja layak, kesehatan, dan keselamatan kerja, khususnya bagi awak kapal perikanan.

Selain itu, Indonesia terus memperkuat kebijakan perlindungan bagi pekerja platform digital seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital. Menaker menegaskan bahwa kesejahteraan dan perlindungan pekerja digital menjadi bagian penting dalam agenda ketenagakerjaan nasional di era transformasi teknologi.

Yassierli pd forum buruh dunia (ILO)


Penguatan perlindungan pekerja tersebut didukung melalui mekanisme dialog sosial yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja dalam Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional. Kolaborasi ini menjadi fondasi dalam penyusunan regulasi dan berbagai inisiatif bersama di bidang produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pelatihan vokasi.

Menutup pidatonya, Menaker menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan ILO dan mitra internasional dalam pengembangan kurikulum vokasi, pembangunan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta penguatan kapasitas pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja maupun kelompok rentan lainnya.

Dalam semangat keadilan sosial global, Indonesia juga kembali menegaskan solidaritasnya terhadap rakyat Palestina dengan mendukung ILO Emergency Response Programme guna membantu pemulihan lapangan kerja, mata pencaharian, dan kelembagaan ketenagakerjaan di wilayah terdampak konflik.

“Indonesia siap bekerja sama dengan ILO dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kerja layak, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama. Bersama-sama, kita membangun masa depan kerja yang menghormati martabat pekerja,” pungkas Menaker Yassierli. (*/red).

×
Berita Terbaru Update