![]() |
| Menaler Ri Yassierli di forum ILO di Jenewa Swiss |
Komitmen tersebut disampaikan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan pidato pada Sidang
Pleno Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC)
ke-114 di Jenewa, Swiss, Selasa (9/6).
Dalam forum ketenagakerjaan dunia
yang diselenggarakan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tersebut,
Menaker menegaskan bahwa transformasi teknologi harus menjadi peluang untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan justru meninggalkan pekerja di
belakang.
“Perubahan teknologi tidak boleh
membuat pekerja tertinggal. Karena itu, Indonesia menyiapkan keterampilan,
memperluas peluang kerja, dan memperkuat perlindungan pekerja agar masyarakat
tetap memiliki masa depan kerja yang layak,” ujar Menaker Yassierli.
Menurutnya, perubahan dunia kerja
saat ini telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Generasi muda
membutuhkan pengalaman kerja yang relevan, lulusan pendidikan memerlukan
pelatihan yang sesuai kebutuhan industri, sementara pekerja di sektor digital
dan sektor berisiko membutuhkan perlindungan yang semakin kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Menaker
memaparkan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan
untuk memperkuat kualitas tenaga kerja nasional. Salah satunya melalui Program
Pemagangan Nasional yang memberikan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan dengan dukungan uang saku dari
pemerintah.
Program tersebut telah menjangkau
sekitar 100.000 peserta pada tahun lalu dan ditargetkan meningkat menjadi
150.000 peserta pada tahun ini. Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program
Pelatihan Vokasi Nasional yang menyasar lulusan sekolah menengah atas dan
sederajat dengan target 300.000 peserta.
Menaker menekankan bahwa seluruh
program pengembangan kompetensi tersebut dirancang secara inklusif dengan
memberikan akses yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta
masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan wilayah perbatasan.
Di sisi lain, penguatan keterampilan
tenaga kerja juga dibarengi dengan upaya penciptaan lapangan kerja baru melalui
sejumlah program strategis nasional. Program Makan Bergizi Gratis, Kampung
Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Food Estate, hingga
proyek hilirisasi industri disebut menjadi bagian dari strategi pemerintah
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka jutaan peluang kerja bagi
masyarakat.
“Pembangunan ketenagakerjaan tidak
hanya berbicara tentang keterampilan, tetapi juga memastikan tersedianya
lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” kata Menaker.
Pada forum internasional tersebut,
Indonesia juga menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan pekerja melalui
penyampaian instrumen ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam
Sektor Penangkapan Ikan. Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam
meningkatkan standar kerja layak, kesehatan, dan keselamatan kerja, khususnya
bagi awak kapal perikanan.
Selain itu, Indonesia terus
memperkuat kebijakan perlindungan bagi pekerja platform digital seiring
pesatnya perkembangan ekonomi digital. Menaker menegaskan bahwa kesejahteraan
dan perlindungan pekerja digital menjadi bagian penting dalam agenda
ketenagakerjaan nasional di era transformasi teknologi.
![]() |
| Yassierli pd forum buruh dunia (ILO) |
Menutup pidatonya, Menaker
menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan ILO dan
mitra internasional dalam pengembangan kurikulum vokasi, pembangunan pusat
pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta penguatan kapasitas pekerja yang
terdampak pemutusan hubungan kerja maupun kelompok rentan lainnya.
Dalam semangat keadilan sosial
global, Indonesia juga kembali menegaskan solidaritasnya terhadap rakyat
Palestina dengan mendukung ILO Emergency Response Programme guna membantu
pemulihan lapangan kerja, mata pencaharian, dan kelembagaan ketenagakerjaan di
wilayah terdampak konflik.
“Indonesia siap bekerja sama dengan
ILO dan seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kerja layak, keadilan
sosial, dan kesejahteraan bersama. Bersama-sama, kita membangun masa depan
kerja yang menghormati martabat pekerja,” pungkas Menaker Yassierli. (*/red).

