Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Outlook Ketenagakerjaan 2026: Kemnaker Proyeksikan Jutaan Green Jobs, Siapkan SDM Hadapi Era Digital

Senin, 22 Juni 2026 | 09:42 WIB Last Updated 2026-06-22T02:42:06Z
Klik
Kepala Barenbang Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi


JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memproyeksikan terbukanya jutaan peluang kerja baru seiring berkembangnya hilirisasi industri dan ekonomi hijau. Namun, di tengah optimisme tersebut, Indonesia juga dihadapkan pada tantangan besar berupa tingginya pekerja informal, kesenjangan kompetensi, serta percepatan transformasi digital.

Hal itu tertuang dalam Outlook Ketenagakerjaan 2026 yang disusun Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan). Kepala Barenbang Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menyebut Indonesia tengah berada pada momentum strategis untuk membangun pasar kerja yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Outlook Ketenagakerjaan 2026 memberikan gambaran peluang, tantangan, dan arah kebijakan yang diperlukan untuk memperkuat ketahanan pasar kerja nasional,” ujar Anwar, Senin (22/6/2026).

Kajian tersebut memproyeksikan jumlah pekerjaan hijau (green jobs) mencapai 3,88 juta orang pada 2026, didorong oleh pengembangan energi baru terbarukan, ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, hingga modernisasi industri. Di sisi lain, sekitar 58 persen tenaga kerja Indonesia masih berada di sektor informal, sementara kebutuhan industri terhadap kompetensi digital terus meningkat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemnaker terus memperkuat sistem pengembangan kompetensi melalui revitalisasi balai latihan kerja, penguatan pelatihan berbasis teknologi, pengembangan keterampilan digital dan energi hijau, serta penyelarasan standar kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Anwar menegaskan, keberhasilan memanfaatkan peluang dari transformasi ekonomi dan teknologi sangat bergantung pada kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menyiapkan tenaga kerja yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global. (*/red).

×
Berita Terbaru Update