![]() |
| Petugas sedang menertibkan kabel udara |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
memastikan proses penataan tersebut tidak akan mengganggu layanan internet
masyarakat maupun aktivitas digital berbagai sektor pelayanan publik.
“Saya jamin tidak akan ada blackout
internet. Jaringan tetap berjalan dan layanan masyarakat tidak akan terganggu,”
tegas Farhan, Senin (1/6/2026).
Direktur Utama PT Bandung Infra
Investama (BII), Asep Wawan Dharmawan, menjelaskan seluruh kesiapan teknis
telah disiapkan sebelum pelaksanaan program. Infrastruktur pendukung seperti
manhole, handhole, jaringan utama, dan akses konektivitas telah tersedia untuk
mendukung proses migrasi kabel dari udara ke bawah tanah.
Menurutnya, puluhan penyedia layanan internet (ISP) telah dilibatkan dalam proses sosialisasi dan koordinasi. Dari 29 perusahaan yang menyatakan komitmen, sebagian telah siap menggunakan jaringan bawah tanah sehingga perpindahan dapat dilakukan tanpa mengganggu konektivitas pelanggan.

Petugas sedang menertibkan kabel udara
“Ketika kabel udara diturunkan,
jaringan bawah tanah sudah siap beroperasi. Karena itu, masyarakat tidak perlu
khawatir akan terjadi gangguan internet secara menyeluruh,” ujarnya.
Pemkot Bandung juga memastikan
layanan publik, perbankan, pendidikan, kesehatan, hingga administrasi
kependudukan tetap berjalan normal selama proses berlangsung. Tim teknis
disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi dan menangani kendala yang
mungkin terjadi di lapangan.
Tahap awal penertiban dilakukan di
kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Sunda, kemudian dilanjutkan ke ruas
Tamblong–Veteran serta Merdeka–Lembong–Tamblong. Program ini menargetkan
penataan 36 ruas jalan hingga 18 Juni 2026.
Melalui program ini, Pemkot Bandung
berharap dapat menghadirkan kawasan perkotaan yang lebih tertata, aman, dan
modern tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan digital
sehari-hari. (rob/red).
