![]() |
| Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono bersama jajaran Pengurus DPD dan pejuang Demokrasi pada peristiwa Kudatuli |
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa
Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah,
melainkan pengingat agar praktik otoritarianisme dan pembungkaman terhadap
kebebasan berpendapat tidak kembali terjadi.
"Demokrasi harus terus dijaga.
Hak menyampaikan pendapat dan kritik adalah bagian dari kehidupan berbangsa
yang tidak boleh dibungkam," ujar Ono.
Dalam kesempatan itu, Ono juga
menginstruksikan seluruh kader PDI Perjuangan di Jawa Barat untuk hadir di
tengah masyarakat, mengawal aspirasi rakyat, serta menyuarakan berbagai
persoalan yang dihadapi warga, mulai dari penggusuran hingga kesulitan ekonomi
yang dialami pelaku UMKM dan pedagang kecil.
Ia meminta Fraksi PDI Perjuangan
DPRD Jawa Barat mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar setiap kebijakan
penertiban maupun penggusuran mengedepankan solusi yang adil dan tidak
menghilangkan mata pencaharian masyarakat.
Peringatan Kudatuli di DPD PDI
Perjuangan Jawa Barat turut dihadiri jajaran pengurus partai, anggota Fraksi
PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat, badan dan sayap partai. Acara diisi dengan
diskusi, renungan, pembacaan puisi, penampilan Kelompok Penyanyi Jalanan, serta
melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari semangat keberpihakan kepada rakyat.
Menutup kegiatan, Ono mengajak seluruh kader menjadikan semangat Kudatuli sebagai energi perjuangan untuk menjaga demokrasi dan terus membela kepentingan rakyat.
"Kita bisa memaafkan, tetapi
jangan pernah melupakan. Semangat Kudatuli harus menjadi komitmen bersama untuk
menjaga demokrasi dan memperjuangkan hak-hak rakyat," tegasnya. (*/red).
