![]() |
| Menaker RI Yassierli |
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
menegaskan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja menjadi fondasi
penting dalam menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat sekaligus
meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Salah satu langkah nyata
diwujudkan melalui program pelatihan upskilling dan reskilling bagi pekerja
terdampak PHK serta pencari kerja agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan
kebutuhan industri.
"Kompetensi merupakan bekal
utama agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja dan membuka
peluang karier maupun usaha baru," ujar Yassierli.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM
harus berjalan seiring dengan penguatan Hubungan Industrial Pancasila. Kemnaker
pun terus mendorong perusahaan mencapai hubungan industrial yang transformatif,
di mana kolaborasi antara manajemen dan pekerja mampu menciptakan industri yang
tangguh dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur PT HM
Sampoerna Tbk., Rianto Probo Hartono, menyatakan dukungannya terhadap program
pelatihan yang melibatkan 150 peserta. Ke depan, Sampoerna menargetkan jumlah
peserta meningkat hingga 1.130 orang sebagai bentuk komitmen memperluas
kesempatan peningkatan kompetensi bagi pekerja dan pencari kerja.
Melalui sinergi ini, Kemnaker dan
Sampoerna berharap praktik baik Hubungan Industrial Pancasila semakin
berkembang di dunia usaha, sekaligus menjadi contoh kolaborasi yang mampu
memperkuat produktivitas, menjaga keharmonisan hubungan kerja, dan mendukung
terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. (*/red).
.jpeg)