Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker : PVN Siapkan SDM Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha dan Industri

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:53 WIB Last Updated 2026-07-25T01:53:06Z
Klik
Wamenaker Afriansyah Noor  memakaikan baju pelatihan vokasi kepada peserta



PADANG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) yang dirancang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Program ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan siap menghadapi perubahan pasar kerja.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat membuka PVN Batch 3 Tahun 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Sumatera Barat, Jumat (24/7). Sebanyak 982 peserta mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di BPVP Padang, Satuan Pelayanan Jambi dan Sawahlunto, serta sejumlah UPTD di Sumatera Barat dan Jambi.

Menurut Afriansyah, pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi investasi dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

"Pelatihan vokasi harus mampu melahirkan SDM yang siap kerja, produktif, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada 2026 Kemnaker menargetkan 300.000 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional di berbagai daerah. Selain memperluas akses pelatihan, program tersebut juga diarahkan untuk membantu pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui skema reskilling dan upskilling, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja atau membangun usaha mandiri.

Afriansyah bersama peserta pelatiahn vokasi 


Di BPVP Padang, peserta mengikuti berbagai program pelatihan, di antaranya barista, pengolahan makanan komersial, housekeeping, penggambaran 3D CAD, pengelasan FCAW, dan tata rias pengantin. Sementara gelombang berikutnya akan dibuka untuk pelatihan pembuatan pakaian, petugas K3 konstruksi, perawatan AC rumah tangga, hingga juru ukur.

Afriansyah menegaskan, pelatihan vokasi harus disesuaikan dengan potensi unggulan daerah dan diperkuat melalui kemitraan dengan dunia usaha serta industri agar lulusan memiliki peluang kerja yang lebih besar. Ia juga mengajak masyarakat tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN), tetapi berani memanfaatkan peluang di sektor swasta maupun kewirausahaan.

"Yang terpenting adalah memiliki keterampilan. Dengan kompetensi yang baik, kesempatan untuk bekerja maupun berwirausaha akan semakin terbuka," pungkasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update