Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

1.280 Lulusan Jabar Dipersiapkan Tembus Pasar Kerja Global Melalui Program SMK Go Global

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:03 WIB Last Updated 2026-08-29T15:03:39Z
Klik
Sekda Jabar HErman Suryatman : Sebanyak 1.280 lulusan SMA, SMK, dan MA asal Jawa Barat mengikuti Program SMK Go Global sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi Pasar Kerja Global


BANDUNG. FAKTABANDUNGRAYA,--- Sebanyak 1.280 lulusan SMA, SMK, dan MA asal Jawa Barat mengikuti Program SMK Go Global sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi generasi muda agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, para peserta akan menjalani pelatihan di sejumlah lembaga vokasi dan perguruan tinggi, dengan materi yang disesuaikan kebutuhan industri global. Pelatihan meliputi manufaktur, operasional produksi, bahasa asing, hingga keperawatan.

“Ini skema kolaborasi untuk mempersiapkan anak-anak kita ikut di bursa kerja global melalui program SMK Go Global,” ujar Herman seusai menghadiri Kick Off Pembukaan Program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Kota Bandung, Rabu (26/8/2026).

Khusus di UTB, sebanyak 180 peserta mengikuti pelatihan teknis yang mencakup bahasa Inggris, Korea, Jepang, manufaktur, operasional produksi, dan keperawatan. Program serupa juga dilaksanakan melalui sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan di Jawa Barat.

Herman menegaskan, Pemda Provinsi Jabar akan memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pemerintah juga akan melibatkan 27 kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan agar akses pelatihan serta kesempatan kerja semakin terbuka.

“Kita akan kolaborasi dengan semua komponen untuk memastikan Jabar 2029 tidak ada anak muda yang nganggur,” tegasnya.

Menurut Herman, keberhasilan program tidak boleh berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Peserta harus memperoleh manfaat nyata, termasuk peluang penempatan kerja, peningkatan penghasilan, serta pengalaman yang dapat menjadi modal ketika kembali ke Indonesia.

Sekda Jabar Herman bersama peserta SMk Go Global


Ia juga mengingatkan peserta agar mempersiapkan mental dan pola pikir. Bekerja di luar negeri, kata Herman, membutuhkan kemampuan adaptasi, kedisiplinan, serta semangat untuk menghadapi tantangan.

Herman menilai akses menjadi kunci peningkatan daya saing anak muda. Karena itu, akses terhadap pelatihan, permodalan, dan penempatan kerja harus dibuka seluas-luasnya melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kalau aksesnya diperluas, anak-anak kita punya kesempatan meningkatkan kapasitas dan bekerja di dalam maupun luar negeri. Kalau konsisten dilakukan, pengangguran dan kemiskinan pasti turun,” pungkas Herman. (*/red).

×
Berita Terbaru Update