Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Diah Fitri Maryani : Ziarah ke Makam Bung Karno, Momen Rawat Api Perjuangan dan Membumikan Cita-Cita Proklamator

Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:36 WIB Last Updated 2026-08-16T07:29:22Z
Klik
Anggota DPRD Jabar Diah Fitri Maryani, SE, MM bersama DPD PDIP Jabar dan Fraksi PDUP DPRD Jabar melakukan ziarah ke makam Bung KArno di Blitar (foto: dok.ist).



BLITAR, FAKTABANDUNGRAYA,--- Ziarah ke pusara Proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno, bukan sekadar agenda seremonial rutin bagi kader banteng. Momentum ini menjadi sarana perenungan mendalam untuk menyerap kembali ajaran, semangat, dan komitmen ideologis sang proklamator dalam menjawab tantangan bangsa hari ini.

Hal itu ditegaskan oleh Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Diah Fitri Maryani, SE, MM, saat mengikuti rangkaian ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran Pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat beserta pimpinan dan anggota Fraksi DPRD Jabar.

Diah menyampaikan bahwa setiap jengkal rekam jejak perjuangan Bung Karno menyimpan kompas moral yang relevan bagi penyelenggara negara dan wakil rakyat.

"Ziarah ini bukan sebatas mendoakan, melainkan momentum membumikan kembali pemikiran dan nilai perjuangan beliau. Kita hadir di sini untuk mewarisi api perjuangannya—bukan abunya—agar cita-cita Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan sejahtera terus hidup dalam kerja nyata," ujar Diah di Blitar.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XII (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu) tersebut menyoroti bahwa dinamika serta tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini harus dijawab dengan keberpihakan politik yang jelas. Cita-cita kemerdekaan, tegasnya, baru bermakna jika hadir dalam wujud kesejahteraan rakyat.

Menurut Srikandi PDI Perjuangan ini, kedekatan dengan akar rumput menjadi syarat mutlak bagi para wakil rakyat dalam mengartikulasikan warisan pemikiran Bung Karno.

"Kader dan legislator harus tetap menyatu dengan rakyat, mendengarkan jeritan serta harapan mereka. Perjuangan ini belum usai; nilai-nilai sang Proklamator harus diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang berorientasi pada keadilan sosial," tutur Diah.

Ziarah ke Blitar ini menjadi pengingat kolektif bahwa kemerdekaan yang diraih bukan titik henti, melainkan fondasi untuk terus membangun Indonesia sesuai dengan visi besar para pendiri bangsa. (*/red). 

×
Berita Terbaru Update