Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan Tingkatkan Produktivitas Lewat Perbaikan Sistem Kerja

Senin, 24 Agustus 2026 | 14:46 WIB Last Updated 2026-08-24T07:46:42Z
Klik
Menaker Yassierli


 
JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan dari sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan. Program yang berlangsung September hingga November 2026 itu diarahkan untuk membenahi sistem dan proses kerja agar perusahaan semakin efisien dan berdaya saing.

Pendampingan melibatkan sedikitnya 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur, serta 20 peserta pemagangan nasional. Program tersebut menggunakan pendekatan company-based productivity improvement yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap perusahaan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, peningkatan produktivitas tidak cukup hanya dengan meningkatkan kompetensi pekerja. Perbaikan juga harus menyentuh tata kelola, teknologi, proses kerja, hingga budaya perusahaan.

“Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat,” ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (23/8/2026).

Program dimulai dengan pengukuran baseline dan diagnosis produktivitas untuk menemukan akar persoalan. Selanjutnya, perusahaan didampingi menyusun rencana perbaikan, menerapkannya, serta melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap hasilnya.

Intervensi dapat mencakup efisiensi proses kerja, pengurangan pemborosan, peningkatan kualitas layanan dan produksi, tata kelola tempat kerja, optimalisasi sumber daya manusia, hingga digitalisasi proses.

Menurut Yassierli, keterlibatan peserta pemagangan nasional juga menjadi bagian penting dari program. Mereka akan belajar langsung bagaimana produktivitas dibangun dan ditingkatkan melalui persoalan nyata di lingkungan perusahaan.

“Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas. Mereka juga harus belajar bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih efisien, lebih berkualitas, dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi,” katanya.

Kemnaker menilai penguatan produktivitas semakin penting di tengah perubahan teknologi dan dinamika pasar kerja menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, produktivitas diharapkan tidak berhenti sebagai indikator kinerja, tetapi tumbuh menjadi budaya kerja di perusahaan.

Dari program percontohan ini, Kemnaker menargetkan lahirnya model pendampingan produktivitas yang sistematis, terukur, dan dapat diterapkan lebih luas pada perusahaan di berbagai sektor. (*/red).

×
Berita Terbaru Update