Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Padat Karya Pemkot Bandung Serap 4.100 Pekerja, Jadi Penopang Ekonomi Warga di Tengah Tantangan Global

Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:53 WIB Last Updated 2026-08-30T03:53:49Z
Klik
Wali kota Bandung, M.Farhan didampingi Kadisnaker Yayan A Brilyana saat membuka kegiatan padak karya


 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Program Padat Karya yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sepanjang tahun 2026 terbukti menjadi penopang ekonomi warga yang efektif. Hingga Agustus 2026, program strategis ini berhasil menyerap sekitar 4.100 tenaga kerja lokal dari berbagai wilayah di Kota Bandung.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengonfirmasi bahwa realisasi tersebut merupakan akumulasi kegiatan yang bersumber dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), aspirasi reses anggota DPRD, serta program reguler Disnaker.

"Realisasi padat karya sampai Agustus 2026 sudah menyerap sekitar 4.100 orang. Dalam waktu dekat, kami juga menyiapkan kuota tambahan secara bertahap untuk sekitar 3.900 peserta lainnya," ujar Yayan, Jumat (28/8/2026).

Warga sedang melakukan kegiatan Padat Karya


Yayan menegaskan bahwa padat karya bertindak sebagai instrumen penyangga (economic bumper) untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan dinamika ekonomi global. Setiap peserta menerima insentif sekitar Rp1,7 juta selama masa kegiatan, yang diharapkan langsung berputar menggerakkan roda ekonomi lokal di tingkat RT dan RW.

Dampak ganda dari pelaksanaan program Padat Karya Kota Bandung meliputi:

Stimulus Ekonomi & Daya Beli: Mengintervensi masyarakat terdampak ekonomi dengan penghasilan temporer guna memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga.

Warga Kelurahan Gemuruh siap melaksanakan kegiatan Padat Karya


Manfaat Lingkungan Hidup: Pekerjaan difokuskan pada pembersihan wilayah, perawatan fasilitas umum, serta perbaikan drainase agar kawasan permukiman lebih bersih dan tertata.

Keberlanjutan Program 2027: Disnaker telah mengusulkan alokasi anggaran dalam RKA-PPAS 2027 agar program berbasis produktivitas warga ini terus berlanjut.

Melalui sinergi manfaat ekonomi dan sosial ini, Pemkot Bandung berkomitmen menjadikan program padat karya bukan sekadar pembagian insentif, melainkan sarana pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata bagi lingkungan sekitar. (*/red).

×
Berita Terbaru Update