![]() |
| Anggota DPRD Jabar H.Zulkifly Chaniago, BE dari Fraksi Demokrat (foto:dok.ist) |
Zulkifly menilai, esensi gerakan
kepramukaan saat ini telah bertransformasi. Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa
Darma tidak lagi sebatas keterampilan teknis bertahan di alam terbuka,
melainkan kompas moral utama dalam membentengi generasi muda dari gempuran perubahan
zaman yang kian masif.
"Pramuka adalah kawah
candradimuka. Di sinilah tempat menempuh dan membentuk kepribadian anak muda
agar tetap beriman, disiplin, dan berakhlak mulia tanpa kehilangan jati diri
bangsa," tegas Zulkifly saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota
Bandung, Jumat (14/8/2026).
Politisi senior Partai Demokrat
yang bertugas di Komisi IV DPRD Jabar ini merinci empat pilar makna mendalam
Hari Pramuka bagi generasi muda di era modern:
Kawah Candradimuka Karakter dan
Integritas: Menjadi benteng moral serta pedoman nilai agar generasi muda tidak
tergerus derasnya arus informasi tanpa filter.
Penjaga Garda Nasionalisme dan
Pancasila: Menanamkan jiwa patriotisme mendalam agar generasi muda selalu
menempatkan bakti pada NKRI di atas kepentingan pribadi.
Ketangguhan dan Adaptasi Zaman:
Mengambil filosofi tunas kelapa—yang mampu tumbuh di mana saja—generasi muda
dituntut adaptif, memiliki literasi digital yang tajam, serta kritis dalam
memecahkan masalah.
Gotong Royong dan Kepekaan Sosial:
Melalui ajaran "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan", Pramuka
mendorong aksi nyata di tengah masyarakat, mulai dari kepedulian lingkungan
hingga keterlibatan aktif dalam isu ketahanan pangan nasional.
Mengakhiri keterangannya, Zulkifly
berharap momentum Hari Pramuka ke-65 ini mampu memantik kembali semangat
kolaborasi lintas sektor. Ia optimistis, selama generasi muda memegang teguh
esensi kepramukaan, Indonesia tidak akan kekurangan calon pemimpin berkarakter
kuat dan berjiwa pengabdi di masa depan. (*/sein).
