![]() |
| Peresmian Pusat Kebudayaan Tionghoa-Indonesia di Kota Bandung |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan rasa apresiasi atas kontribusi YDSP yang memperlihatkan indahnya akulturasi budaya di Kota Kembang. Pemkot Bandung berkomitmen memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung di sekitar lokasi kawasan agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh publik.

Peresmian Pusat Kebudayaan Tionghoa-Indonesia di Kota Bandung
"Hadirnya pusat kebudayaan ini
membuktikan kebhinekaan di Kota Bandung bisa menyatu dan melebur harmonis
dengan warga sekitar. Kami akan memastikan infrastruktur di sekelilingnya
dirawat dan dibangun dengan baik," tutur Farhan.
Senada dengan hal tersebut,
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa gedung megah ini tidak boleh
menjadi "mercusuar" yang menciptakan jarak sosial dengan permukiman
sekitar. Penataan kawasan terpadu siap digulirkan agar dampaknya langsung
dirasakan masyarakat.
Sejumlah poin penataan dan
pemberdayaan strategis yang disiapkan Pemprov Jabar bersama Pemkot Bandung
meliputi:
Integrasi Estetika Kawasan: Akses
Gerbang Tol Pasir Koja, trotoar, dan penerangan jalan akan ditata tematik
menggunakan ornamen khas Tionghoa serta lampion.
Pemberdayaan Ekonomi Warga: Pelatihan kewirausahaan bagi warga sekitar dalam pembuatan kuliner khas, cenderamata, hingga keterampilan pemasaran turisme.

Tokoh Tionghoa Bandung, Tokoh Bidaya Jabar, Gubernur Jabar, Wali kota Bandung dan tokoh Kota Bandung
Kolaborasi Seni Sunda-Tionghoa:
Penyelenggaraan atraksi budaya berkala yang memadukan kesenian Sunda dan
Tionghoa dengan dukungan pembiayaan dari Pemprov Jabar.
Langkah kolaboratif yang
ditargetkan mulai berjalan intensif pada 2027 ini diharapkan mampu menjadikan
Pusat Kebudayaan Tionghoa sebagai simpul peradaban, pendidikan, dan pariwisata
yang memperkuat kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat. (kyy/red).
