![]() |
| Rektor USB YPKP, Prof. Diana Sari memberikan sambutan pada PKKMB USB YPKP 2026 |
Mengusung tema “Generasi Berdampak
yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045”, PKKMB
USB YPKP menjadi momentum untuk menanamkan karakter sekaligus keterampilan yang
dibutuhkan mahasiswa menghadapi perubahan zaman.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains
dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melalui tayangan video berpesan
agar mahasiswa berani mengambil peran sebagai agen perubahan.
“Mahasiswa diharapkan mampu
memberikan dampak nyata bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa. Untuk itu,
bermimpilah besar, beranilah melangkah, berkaryalah tanpa henti,” pesan Brian.
Rektor USB YPKP, Prof. Diana Sari, mengatakan mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun kolaborasi, serta menjaga integritas.

Rektor dan para dekan bersama perwakilan mahasiswa/i baru USB YPKP
Menurutnya, keberhasilan perguruan
tinggi tidak semata diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan
melahirkan lulusan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Dorong Kampus Berkelanjutan
Selain penguatan karakter
mahasiswa, USB YPKP juga mendorong budaya Green Campus. Mahasiswa diarahkan
mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tumbler, memilah sampah,
serta menghemat energi dan air.
“Kita selalu gaungkan USB menuju
Green Campus. Sekarang kita tidak memakai minuman kemasan, kita menjaga
lingkungan, memilah sampah, dan mewajibkan mahasiswa untuk menggunakan
tumbler,” ujar Diana.
USB YPKP juga tengah mempersiapkan
keterlibatan dalam UI GreenMetric agar upaya menuju kampus berkelanjutan dapat
dinilai secara lebih terukur.
Diana mengakui jumlah mahasiswa
baru tahun ini masih di bawah target, yakni 894 mahasiswa. Kondisi tersebut,
kata dia, menjadi tantangan bagi kampus untuk meningkatkan penerimaan mahasiswa
pada tahun berikutnya.
Sementara itu, Komjen Pol. (Purn.) Dr. Dharma Pongrekun yang menjadi salah satu narasumber PKKMB mengingatkan mahasiswa agar memiliki kemandirian berpikir dan tidak mudah terjebak pada pola pikir yang membatasi diri.

Dua Mahisiswa dari Kenya dan Somalia kulaih di USB YPKP
“Jangan biarkan pola pikir kita
diperbudak, jangan biarkan pola pikir kita dijajah. Karena kemerdekaan manusia
dimulai dari kedaulatan pikirannya,” katanya.
Di tengah tantangan penerimaan
mahasiswa baru, USB YPKP juga memperkuat jejaring internasional. Tahun ini
terdapat tujuh mahasiswa internasional dari sejumlah negara, termasuk Somalia,
Kenya, dan Sudan.
Ketua Yayasan YPKP Prof. Dr. H.
Ricky Agusiady mengatakan kampus juga mengandalkan berbagai program beasiswa
dan kerja sama internasional untuk memperluas akses pendidikan sekaligus
meningkatkan daya saing perguruan tinggi.
Dengan dimulainya PKKMB 2026, 894
mahasiswa baru USB YPKP diharapkan tidak berhenti sebagai pencari ilmu, tetapi
berkembang menjadi generasi yang mampu beradaptasi, bekerja bersama, menjaga
integritas, dan menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi lingkungan
sekitarnya. (el/cuy/red)
