BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA —
Sekretariat DPRD Jawa Barat meluncurkan DPRD HUDANG (Hadir Untuk Dialog
Aspirasi Ngabdi ka Warga), platform digital yang dirancang untuk memangkas
jarak antara masyarakat dan wakil rakyat..jpeg)
Sekretaris DPRD Jabar Dr.H. Dodi Sukmayana menjelaskan aplikasi DPRD HUDANG
Aplikasi ini membuka kanal
penyampaian aspirasi masyarakat selama 24 jam, tanpa harus datang langsung ke
Gedung DPRD Jabar. Warga dari perkotaan hingga pelosok desa dapat menyampaikan
usulan, keluhan, maupun kebutuhan daerah melalui platform tersebut.
Sekretaris DPRD Jabar, Dr.H.Dodi
Sukmayana, SE, MM mengatakan setiap aspirasi yang masuk tidak sekadar
ditampung, tetapi akan melalui proses verifikasi dan tindak lanjut secara
sistematis.
“Setiap aspirasi yang masuk
aplikasi DPRD HUDANG akan diverifikasi dan diproses secara sistematis,
transparan dan akuntabel. Bahkan masyarakat dapat berdialog langsung dengan
anggota Dewan melalui E-Audensi,” ujar Dodi di Rooftop DPRD Jabar, Senin
(28/9/2026).
Menurut Dodi, digitalisasi ini
menjadi jawaban atas kendala yang selama ini dihadapi masyarakat dalam
menyampaikan aspirasi, terutama persoalan jarak, waktu, dan akses.
44 Ribu Aspirasi, Hanya 12 Ribu
Terealisasi
Dodi mengungkapkan, selama ini
aspirasi masyarakat dihimpun melalui berbagai kanal, mulai dari reses,
pengawasan pemerintahan daerah hingga program Dewan Sapa Warga. Aspirasi
tersebut kemudian dibahas dan diperjuangkan melalui proses perencanaan
pembangunan.
Namun, dari sekitar 44 ribu
aspirasi dan proposal yang masuk, baru sekitar 12 ribu yang dapat
direalisasikan. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan anggaran.
Karena itu, kehadiran DPRD HUDANG
tidak hanya diarahkan untuk memperbanyak jumlah aspirasi, tetapi juga
memperbaiki kanalisasi dan edukasi agar usulan masyarakat lebih sesuai dengan
prioritas pembangunan Jawa Barat.
“Usulan yang masuk perlu selaras
dengan skala prioritas pembangunan Pemprov Jabar, seperti infrastruktur,
pendidikan, kesehatan, ekonomi, irigasi, serta pengelolaan sampah dan
lingkungan hidup,” katanya.
Melalui DPRD HUDANG, Setwan Jabar
menargetkan proses komunikasi publik menjadi lebih mudah, cepat dan terbuka.
Aspirasi yang telah diverifikasi selanjutnya dapat dikoordinasikan untuk
memperoleh tindak lanjut sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah
daerah.
DPRD HUDANG pun diharapkan menjadi
kanal baru partisipasi publik, sehingga hubungan masyarakat dengan lembaga
legislatif tidak lagi bergantung pada pertemuan tatap muka dan kegiatan formal.
“Mudah diakses, respons lebih
cepat, partisipasi meningkat, Jabar lebih maju. Bersama wujudkan Jawa Barat
yang partisipatif, maju dan sejahtera,” pungkas Dodi.