![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan pada Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung dengan agenda HJKB 216 |
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
mengatakan persoalan sampah, banjir, infrastruktur, ketahanan pangan hingga
pertumbuhan ekonomi tidak dapat diselesaikan pemerintah seorang diri.
Hal itu disampaikan Farhan dalam
Rapat Paripurna HJKB ke-216 di DPRD Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).
“Di usia ke-216 ini tugas kita
bukanlah mengklaim bahwa semua persoalan telah selesai. Justru sebaliknya,
peringatan hari jadi harus menjadi momen untuk memperkuat komitmen, memperbaiki
kekurangan dan mempererat serta mempercepat kerja bersama,” ujar Farhan.
Salah satu perhatian utama Pemkot
Bandung adalah persoalan sampah. Farhan mengatakan penanganan akan diperkuat
dari tingkat permukiman melalui program Gaslah dan pembangunan fasilitas kompos
di tingkat RT.
Pemkot Bandung juga menyiapkan
fasilitas pengolahan sampah di Gedebage dengan teknologi Solid Recovered Fuel
(SRF) untuk menghasilkan bahan bakar alternatif. Pematangan lahan dan
pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan mulai November melalui kolaborasi
dengan pemerintah pusat, PLN dan Pertamina.
Persoalan banjir juga menjadi
pekerjaan besar, terutama di wilayah Bandung Timur dan Selatan. Farhan menyebut
kebutuhan penanganannya diperkirakan mencapai sekitar Rp800 miliar per tahun,
sehingga pembiayaannya membutuhkan dukungan pemerintah provinsi, pemerintah
pusat dan dunia usaha.
“Untuk penanganan banjir di wilayah
Timur dan Selatan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp800 miliar dalam satu
tahun,” katanya.
Selain itu, Farhan mengingatkan pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan mobilitas masyarakat. Pekerjaan jalan, trotoar, drainase hingga penataan kabel udara perlu dilakukan dengan pengaturan yang matang agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan.
Ia juga menyoroti ancaman perubahan
iklim terhadap ketahanan pangan. Menurutnya, ketersediaan pangan tidak cukup
dijamin melalui distribusi, tetapi harus dimulai dari kepastian produksi di
daerah pemasok.
Dalam membangun Bandung, Farhan menegaskan tidak ada lagi konsep wali kota sebagai sosok yang bekerja sendirian.

Rapat paripurna DPRD Kota Bandung di HJKB 216
“Tidak ada lagi wali kota yang
superhero. Saat ini wali kota adalah sosok yang sama dengan rakyat biasa, yang
harus bekerja keras, berkeringat di bawah terik matahari, turun bersama,”
tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa
Barat Erwan Setiawan mengatakan kemajuan Kota Bandung turut menentukan
perkembangan Jawa Barat. Bandung, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai
pusat pemerintahan, pendidikan, ekonomi kreatif, budaya dan inovasi.
Erwan juga mengapresiasi program
padat karya Pemkot Bandung yang hingga Agustus 2026 disebut telah menyerap
sekitar 4.100 tenaga kerja, dengan sekitar 3.900 tenaga kerja lainnya disiapkan
pada tahap berikutnya.
“Pembangunan harus memiliki
hubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan kesempatan kerja,” ujar
Erwan. (*)
