Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

HJKB ke-216, Farhan Ajak Warga Bersatu Benahi Persoalan Bandung

Jumat, 25 September 2026 | 23:30 WIB Last Updated 2026-09-25T16:30:46Z
Klik
Wali kota Bandung M.Farhan pada Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung dengan agenda HJKB 216



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bandung untuk memperkuat kolaborasi bersama masyarakat dalam menangani berbagai persoalan perkotaan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan persoalan sampah, banjir, infrastruktur, ketahanan pangan hingga pertumbuhan ekonomi tidak dapat diselesaikan pemerintah seorang diri.

Hal itu disampaikan Farhan dalam Rapat Paripurna HJKB ke-216 di DPRD Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).

“Di usia ke-216 ini tugas kita bukanlah mengklaim bahwa semua persoalan telah selesai. Justru sebaliknya, peringatan hari jadi harus menjadi momen untuk memperkuat komitmen, memperbaiki kekurangan dan mempererat serta mempercepat kerja bersama,” ujar Farhan.

Salah satu perhatian utama Pemkot Bandung adalah persoalan sampah. Farhan mengatakan penanganan akan diperkuat dari tingkat permukiman melalui program Gaslah dan pembangunan fasilitas kompos di tingkat RT.

Pemkot Bandung juga menyiapkan fasilitas pengolahan sampah di Gedebage dengan teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) untuk menghasilkan bahan bakar alternatif. Pematangan lahan dan pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan mulai November melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, PLN dan Pertamina.

Persoalan banjir juga menjadi pekerjaan besar, terutama di wilayah Bandung Timur dan Selatan. Farhan menyebut kebutuhan penanganannya diperkirakan mencapai sekitar Rp800 miliar per tahun, sehingga pembiayaannya membutuhkan dukungan pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan dunia usaha.

“Untuk penanganan banjir di wilayah Timur dan Selatan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp800 miliar dalam satu tahun,” katanya.

Selain itu, Farhan mengingatkan pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan mobilitas masyarakat. Pekerjaan jalan, trotoar, drainase hingga penataan kabel udara perlu dilakukan dengan pengaturan yang matang agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan.

Ia juga menyoroti ancaman perubahan iklim terhadap ketahanan pangan. Menurutnya, ketersediaan pangan tidak cukup dijamin melalui distribusi, tetapi harus dimulai dari kepastian produksi di daerah pemasok.

Dalam membangun Bandung, Farhan menegaskan tidak ada lagi konsep wali kota sebagai sosok yang bekerja sendirian.

Rapat paripurna DPRD Kota Bandung di HJKB 216


“Tidak ada lagi wali kota yang superhero. Saat ini wali kota adalah sosok yang sama dengan rakyat biasa, yang harus bekerja keras, berkeringat di bawah terik matahari, turun bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan kemajuan Kota Bandung turut menentukan perkembangan Jawa Barat. Bandung, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, ekonomi kreatif, budaya dan inovasi.

Erwan juga mengapresiasi program padat karya Pemkot Bandung yang hingga Agustus 2026 disebut telah menyerap sekitar 4.100 tenaga kerja, dengan sekitar 3.900 tenaga kerja lainnya disiapkan pada tahap berikutnya.

“Pembangunan harus memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan kesempatan kerja,” ujar Erwan. (*)

×
Berita Terbaru Update