![]() |
| Warga bersama perangkat daerah serentak melaksanakan bebersih Bandung di 30 Kecamatan |
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar persiapan menyambut HJKB pada 25
September, tetapi bagian dari upaya membangun kebiasaan menjaga kebersihan yang
dilakukan secara konsisten.
“Sebagai sebuah tradisi, satu
minggu sebelum ulang tahun Kota Bandung kita mengerahkan warga semuanya untuk
bebersih,” ujar Farhan di Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Menurut Farhan, gerakan Jumat
Bersih (Jumsih) kini semakin mudah dilakukan karena telah berlangsung lebih
dari 20 pekan secara rutin. Kebiasaan tersebut mulai tumbuh menjadi budaya di
tengah masyarakat.
“Sekarang Jumsih ini menjadi sangat ringan karena sudah lewat 20 minggu setiap minggu subuh kita bersih. Kebiasaan dan pembiasaannya sudah berjalan,” katanya.

Warga bersama perangkat daerah sedang melaksanakan Bebersih Bandung
Sampah Dipilah dari Sumber
Dalam aksi bebersih, sampah yang
paling banyak ditemukan berupa daun dan plastik. Pemkot Bandung mendorong
pemilahan sejak dari sumber agar sampah dapat ditangani sesuai jenis dan
memiliki nilai guna.
“Sampah plastik ada yang bernilai
tinggi dan bernilai rendah. Yang bernilai rendah kita masukkan ke pabrik RDF,
sedangkan yang bernilai tinggi kita bawa ke tempat daur ulang,” jelas Farhan.
Antusiasme warga juga terlihat
sejak pagi. Farhan menyebut masyarakat mulai turun membersihkan lingkungan
bahkan sebelum pukul 06.30 WIB.
Menurutnya, keterlibatan warga
menjadi tanda bahwa gerakan kebersihan mulai bergeser dari sekadar agenda
pemerintah menjadi kebiasaan bersama.
“Mudah-mudahan minggu depan saat
kita merayakan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung, semuanya betul-betul siap dan
bersih,” ungkapnya. (*/red).
