![]() |
| Menaker Yassierli mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartanto pada kegiatan Pelatihan Vokasi Nasional 4 tahun 2026 diikuti sebanyak.12.128 peserta |
Peluncuran pelatihan dihadiri
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri
Ketenagakerjaan Yassierli, Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Serang Ratu
Rachmatuzakiyah, serta Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia.
Airlangga mengatakan, pelatihan vokasi
menjadi bagian dari stimulus ekonomi Semester II 2026 sekaligus upaya
pemerintah memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan kebutuhan
industri.
Menurutnya, penguatan keterampilan
menjadi penting karena kebutuhan talenta terus berkembang, khususnya pada
sektor digital dan ekonomi hijau. Kebutuhan talenta digital diproyeksikan
mencapai 2,7 juta orang pada 2030, sementara sektor energi terbarukan membuka
peluang bagi berbagai profesi baru, seperti teknisi panel surya, teknisi
turbin, hingga tenaga smart farming.
“Bapak Presiden mendorong vokasi
agar skill gap-nya bisa dikurangi,” kata Airlangga.
Sementara itu, Menteri
Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, durasi pelatihan disesuaikan dengan
jenis kompetensi yang diberikan. Peserta juga memperoleh uang saku dan
fasilitas pelatihan sesuai ketentuan program.
Setelah menyelesaikan pelatihan,
peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi
Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi peserta
untuk meyakinkan industri mengenai kemampuan yang dimiliki.
“Ini yang kita harapkan menjadi daya saing, menjadi sesuatu yang bisa ditunjukkan kepada industri. Ini loh, kemampuan saya,” ujar Yassierli.
.jpeg)
Menaker Yassierli bersama peserta pelatihan Vokasi Nasional Batch 4
Untuk memperkuat pelaksanaan
program, Kemnaker didukung ekosistem pelatihan yang terdiri atas 21 UPTP BPVP,
13 Satuan Layanan Pelatihan, dan 286 UPTD BLK.
Sepanjang 2026, Kemnaker
menargetkan Pelatihan Vokasi Nasional menjangkau 340.000 peserta. Sebanyak
70.000 peserta berasal dari alokasi APBN, sedangkan 270.000 peserta lainnya
ditargetkan melalui program stimulus ekonomi Semester II.
Kemnaker selanjutnya akan terus
mengarahkan pelatihan vokasi agar semakin selaras dengan kebutuhan pasar kerja.
Langkah ini diharapkan mampu memperbesar peluang peserta untuk memperoleh
pekerjaan, mengembangkan usaha, sekaligus meningkatkan produktivitas tenaga
kerja nasional. (*/red).
.jpeg)