Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Siapkan SDM Hadapi Ledakan Green Jobs, Potensi 9 Juta Lapangan Kerja Baru

Kamis, 03 September 2026 | 19:25 WIB Last Updated 2026-09-03T12:25:22Z
Klik
Kemnaker Siapkan SDM Hadapi Ledakan Green Jobs, Potensi 9 Juta Lapangan Kerja Baru



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Transisi menuju ekonomi hijau membuka peluang besar bagi penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Dalam lima hingga 10 tahun ke depan, potensi pekerjaan hijau atau green jobs diproyeksikan mencapai antara 5,3 juta hingga 9 juta lapangan kerja baru.

Menghadapi peluang tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai mempersiapkan kompetensi tenaga kerja melalui penguatan pelatihan, kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi hingga rekognisi keterampilan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, green jobs bukan lagi sekadar isu masa depan, melainkan peluang yang harus dipersiapkan sejak dini agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar dalam transformasi ekonomi hijau.

“Kalau kita lihat dalam kacamata global, green jobs ini tidak hanya menjadi concern Indonesia, tetapi semua negara di dunia. Kita sudah berdiskusi cukup panjang terkait roadmap khusus green jobs ini,” ujar Yassierli saat menghadiri Indonesia’s Green Jobs Conference 2026 di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menerjemahkan peta jalan green jobs menjadi langkah nyata, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri hijau.

Kemnaker, kata Yassierli, mengambil peran dalam membangun ekosistem penyiapan tenaga kerja, mulai dari penyediaan tempat pelatihan hingga pengakuan terhadap kompetensi pekerja.

“Peran kami di Kementerian Ketenagakerjaan adalah menyiapkan modalitas, mulai dari tempat pelatihan untuk skill siap kerja terkait green jobs, kemudian penyiapan kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi sampai kepada rekognisi,” katanya.

Menaker hadiri Indonesia Green Jobs Conference 2026

 

Yassierli menegaskan, penciptaan jutaan pekerjaan hijau membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, transisi energi harus menjadi peluang yang dapat diakses secara luas dan tidak meninggalkan kelompok masyarakat maupun tenaga kerja yang terdampak perubahan.

“Ini harus menjadi kesempatan yang kita ambil dan kita siapkan dari awal. Karena semangat transisi energi adalah no one left behind,” tegasnya.

Bagi Kemnaker, kesiapan tenaga kerja menjadi kunci agar potensi jutaan green jobs tidak hanya menjadi angka dalam proyeksi. Transformasi menuju ekonomi hijau harus mampu melahirkan tenaga kerja baru yang kompeten, sekaligus memastikan pekerja yang ada dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja. (*/red). 

×
Berita Terbaru Update