![]() |
| Sebanyak 14 Mahasiswa USB YPKP Bandung mengikuti program international mobilitas Mahasiswan ASEAN di Malaysia, petukaran mahasiswa hingga festival pemuda dunia di Rusia |
Program tersebut menjadi bagian
dari strategi internasionalisasi USB YPKP Bandung dalam memperkuat kualitas
lulusan sekaligus membuka pengalaman global bagi mahasiswa dari berbagai
disiplin ilmu.
Wakil Rektor III USB YPKP Bandung,
Dr. Nurhaeni Sikki, S.AP., M.AP., mengatakan sembilan mahasiswa USB akan
mengikuti ASEAN Student Experiential Mobility Programme (ASEMO) 2026 yang
digelar Universiti Utara Malaysia (UUM).
Program tersebut mempertemukan
mahasiswa dari delapan negara ASEAN untuk mengikuti pembelajaran lintas budaya,
pengembangan kepemimpinan, pengabdian masyarakat, hingga proyek kolaboratif
internasional.
“Programnya gratis karena USB sudah menjalin kerja sama dengan UUM. Mahasiswa hanya menanggung biaya perjalanan,” ujar Nurhaeni saat menjadi narasumber dalam Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, Kamis (3/9/2026).

Wakil Rektor III USB YPKP Bandung, Dr. Nurhaeni Sikki didampingi Mahasiswa USB
dan Ketua Pokja PWI Kota BAndung Zaenal Ihsan
Selain ASEMO, tiga mahasiswa USB
juga akan mengikuti program Student Exchange selama satu semester di Universiti
Utara Malaysia. Mereka berasal dari Program Studi Administrasi Bisnis dan
Manajemen.
Melalui kerja sama antarkampus,
para mahasiswa dibebaskan dari biaya pendidikan di kampus tujuan. USB bersama
yayasan juga memberikan dukungan terhadap sebagian biaya keberangkatan
mahasiswa.
Sementara dua mahasiswa lainnya
berhasil lolos untuk mengikuti International Festival of Youth di Rusia, sebuah
ajang yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan
membangun jejaring global.
Nurhaeni mengatakan, kesempatan
internasional tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Mahasiswa yang
dikirim harus memenuhi standar akademik, termasuk memiliki IPK di atas 3,00 dan
kemampuan bahasa Inggris yang memadai.
“Ini bukan hanya membawa nama kampus,
tetapi juga membawa nama Indonesia,” katanya.
Menurut Nurhaeni,
internasionalisasi merupakan bagian dari strategi besar USB YPKP dalam
meningkatkan mutu institusi. Program studi Akuntansi dan Manajemen yang telah
meraih akreditasi Unggul, kata dia, harus terus diperkuat melalui
program-program berstandar internasional.
“Unggul bukan berarti kami
berhenti. Justru capaian itu harus diisi dengan program-program internasional
sebagai bagian dari peningkatan kualitas menuju standar yang lebih tinggi,” ujarnya.
USB YPKP Bandung juga tengah
menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Korea Selatan. Selain
itu, kampus tersebut menyiapkan rencana pembangunan kelas internasional dan
asrama mahasiswa sebagai bagian dari upaya menarik mahasiswa asing untuk
menempuh pendidikan di Bandung.
![]() |
| USB YPKP dan Pokja PWI Kota Bandung memperlihatkan Arrangenment perkuat kerjasama |
Bagi USB YPKP, keberangkatan 14
mahasiswa ke Malaysia dan Rusia bukan sekadar catatan prestasi. Langkah
tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk lulusan yang tidak hanya siap
bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki pengalaman, jejaring, dan
perspektif global.
Dari kampus di Bandung, USB YPKP
kini terus membuka jalan agar mahasiswanya mampu belajar, berjejaring, dan
membawa nama Indonesia ke panggung dunia. (*/red).
.jpeg)
