![]() |
| Macao dan Indonesia membuka babak baru kerja sama ekonomi, perdagangan, pariwisata, hingga investasi |
Forum yang digelar Pemerintah
Daerah Administratif Khusus (SAR) Macao Republik Rakyat Tiongkok pada 1
September 2026 itu menjadi langkah konkret untuk memperluas kolaborasi kedua
wilayah, baik di tingkat pemerintah maupun dunia usaha.
Kerja sama yang terjalin mencakup
berbagai sektor strategis, mulai dari pariwisata, industri MICE atau pertemuan
dan pameran, teknologi tinggi, Pengobatan Tradisional Tiongkok, sektor
kesehatan, hingga pengembangan lingkungan yang ramah bagi masyarakat Muslim.
Acara tersebut dihadiri lebih dari
350 peserta dari unsur pemerintah dan dunia usaha Indonesia serta Macao,
termasuk Kepala Eksekutif SAR Macao Sam Hou Fai.
Sam Hou Fai mengatakan, Macao dan
Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan kerja sama kawasan,
terutama melalui semangat Inisiatif Sabuk dan Jalan atau Belt and Road
Initiative.
Menurutnya, pelaksanaan Rencana
Lima Tahun ke-15 Tiongkok dan Rencana Lima Tahun ke-3 SAR Macao membuka ruang
baru bagi penguatan hubungan kedua pihak.
“Indonesia merupakan tempat
lahirnya Jalur Sutra Maritim Abad ke-21, sementara Macao dan Indonesia
sama-sama berperan sebagai simpul penting di sepanjang jalur tersebut,”
ujarnya.
Potensi kerja sama tersebut juga
didukung oleh kuatnya hubungan antarmasyarakat. Pada paruh pertama 2026,
kunjungan wisatawan internasional ke Macao meningkat 6 persen secara tahunan.
Wisatawan Indonesia menyumbang sekitar 88.000 kunjungan dan menjadi salah satu
pasar utama Macao di Asia Tenggara.
Pemerintah SAR Macao pun
berkomitmen memperkuat kerja sama pragmatis dengan Indonesia di bidang
perdagangan, investasi, MICE, pariwisata, dan pertukaran budaya.
Sementara itu, Indonesia melihat
Macao sebagai mitra potensial dalam pengembangan ekonomi yang semakin beragam.
Potensi kolaborasi ke depan dinilai terbuka lebar, khususnya pada sektor produk
halal, kesehatan, Pengobatan Tradisional Tiongkok, serta penguatan
konektivitas.
Hubungan tersebut juga semakin
didukung oleh kebijakan bebas visa Indonesia bagi pemegang paspor SAR Macao
yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan pelaku usaha kedua wilayah.
Lebih dari sekadar forum promosi,
pertemuan di Jakarta tersebut memperlihatkan arah baru hubungan
Indonesia-Macao: memperkuat konektivitas ekonomi dan membuka peluang investasi
lintas sektor.
Dengan puluhan kesepakatan yang
telah tercapai, tantangan berikutnya adalah memastikan kerja sama tersebut
tidak berhenti di atas kertas, tetapi berkembang menjadi investasi dan proyek
nyata yang memberi manfaat bagi kedua pihak. (*/red).
