Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Masuk Musim Hujan, Farhan Minta Camat-Lurah Petakan Titik Rawan Bencana

Selasa, 22 September 2026 | 06:16 WIB Last Updated 2026-09-21T23:16:17Z
Klik
Wali kota Bandung M Farhan minta Camat-Lurah Petakan titik rawan bencana


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Musim hujan segera tiba. Pemerintah Kota Bandung meminta seluruh perangkat daerah hingga aparat kewilayahan tidak menunggu bencana terjadi untuk bergerak. Pemetaan titik rawan, kesiapan personel, dan koordinasi lintas sektor harus dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi banjir, genangan hingga longsor.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan harus menjadi kerja bersama seluruh jajaran Pemkot Bandung, bukan hanya tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Arahan tersebut disampaikan Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (21/9/2026).

"Salah satu tantangan yang harus kita hadapi segera adalah musim hujan yang akan datang," ujar Farhan.

Farhan mengatakan, BPBD bersama perangkat daerah terkait telah diminta menyiapkan konsep kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan. Konsep tersebut mencakup mitigasi risiko, penguatan koordinasi lintas sektor, serta kesiapan personel dan sarana pendukung di lapangan.

Jangan Tunggu Banjir Datang

Linmas siaga bencana


Menurut Farhan, titik krusial kesiapsiagaan justru berada di wilayah. Camat dan lurah diminta memahami kondisi wilayah masing-masing, termasuk memetakan lokasi yang berpotensi mengalami banjir, genangan, longsor maupun gangguan lainnya.

Langkah antisipasi, kata dia, harus dilakukan sebelum hujan lebat menimbulkan persoalan. Dengan pemetaan yang lebih dini, respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat dan terarah.

Kesiapsiagaan juga perlu memperhitungkan meningkatnya aktivitas masyarakat di Kota Bandung. Farhan menyebut Bandung kini semakin ramai setiap akhir pekan dengan berbagai kegiatan wisata, olahraga dan hiburan yang mendatangkan banyak pengunjung.

Situasi tersebut membuat perangkat daerah dituntut memiliki rencana kerja yang jelas dan kemampuan merespons persoalan secara cepat ketika terjadi gangguan akibat cuaca maupun kepadatan aktivitas warga.

"Agar seluruh jajaran fokus pada antisipasi berbagai permasalahan yang mungkin timbul, baik karena cuaca maupun meningkatnya aktivitas masyarakat," katanya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update