Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Penataan Kawasan Ciater: Tati Dorong Kepastian Lapak bagi UMKM dan Kemajuan Perekonomian Masyarakat Lokal

Rabu, 02 September 2026 | 21:44 WIB Last Updated 2026-09-02T14:44:30Z
Klik
Anggota II DPRD Jabar Tati Supriati Irwan bersama rombongan meninjau kawasan Ciater-Subang


SUBANG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Penataan kawasan wisata Ciater, Kabupaten Subang, dinilai tidak boleh hanya berorientasi pada wajah baru kawasan dan estetika destinasi. Di balik pembangunan dan penataan jalur wisata tersebut, nasib pelaku UMKM lokal yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Tati Supriati Irwan, menyoroti belum rampungnya penataan pedagang dan pembangunan fasilitas tenant di sepanjang jalur wisata Ciater. Kondisi itu dinilai menimbulkan ketidakpastian bagi para pedagang yang selama ini menjadi bagian dari roda ekonomi kawasan wisata.

Sorotan tersebut disampaikan Tati saat melakukan peninjauan lapangan dengan agenda kunjungan kerja Komisi II DPRD Jawa Barat.

Tati juga mengatakan,  pihaknya mendukung penataan kawasan wisata Ciater, namun, penataan Kawasan kini masih menyisakan persoalan bagi pelaku usaha kecil. Karena ada beberapa pelaku UMKM  hingga kini belum ada kepastian dapat tempat berjualan di tengah proses penataan kawasan jalur wisata tersebut.

Sebagaimana diketahui, bahwa Kawasan Ciater merupakan salah satu destinasi unggulan Jawa Barat Untuk itu dengan ditatanya Kawasan Ciater tentunya diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisatawan.

Lebih lanjut politisi Golkar Jabar ini mengatakan, pasca penataan kawasan Ciater tentunya akan berdampak postif bagi pelaku usaha perdagangan masyarakat local yang selama ini menggantungkan penghidupan dari aktivitas perdagangan di kawasan wisata Ciater.

“Kami memahami bahwa proses penataan pedagang dan pembangunan tenant di sepanjang jalur ini belum sepenuhnya rampung. Hal ini jelas masih menyisakan berbagai tantangan bagi keberlangsungan usaha warga lokal,” ujar Tati.

Ia menegaskan, Komisi II DPRD Jawa Barat akan terus mengawal persoalan tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat didorong segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur tenant agar para pedagang memperoleh tempat relokasi yang layak, aman, dan representatif.

Rombongan Komisi II DPRD Jabar saat meninjau kawasan Ciater-Subang


Menurut Tati, penataan kawasan wisata harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat setempat. Modernisasi kawasan, kata dia, tidak boleh justru membuat pelaku UMKM yang selama ini menjadi bagian dari denyut ekonomi pariwisata tersisih.

“Penataan kawasan wisata harus berjalan seiring dengan perlindungan ekonomi warga lokal. Aspirasi para pedagang di Ciater menjadi catatan evaluasi penting yang akan kami kawal secara ketat dalam rapat kerja bersama dinas-dinas terkait di tingkat provinsi,” tegasnya.

Di sisi lain, Tati juga mengajak wisatawan untuk ikut menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan membeli produk-produk UMKM saat berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Jawa Barat.

Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata semestinya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar, terutama pedagang kecil yang menjadi bagian dari ekosistem destinasi.

“Kehadiran wisatawan harus membawa berkah langsung bagi pedagang kecil di sekitarnya,” pungkas Tati. (adip/sein).

×
Berita Terbaru Update