| Anggota II DPRD Jabar Tati Supriati Irwan bersama rombongan meninjau kawasan Ciater-Subang |
Anggota Komisi II DPRD Provinsi
Jawa Barat, Tati Supriati Irwan, menyoroti belum rampungnya penataan pedagang
dan pembangunan fasilitas tenant di sepanjang jalur wisata Ciater. Kondisi itu
dinilai menimbulkan ketidakpastian bagi para pedagang yang selama ini menjadi
bagian dari roda ekonomi kawasan wisata.
Sorotan tersebut disampaikan Tati
saat melakukan peninjauan lapangan dengan agenda kunjungan kerja Komisi II DPRD
Jawa Barat.
Tati juga mengatakan, pihaknya mendukung penataan kawasan wisata
Ciater, namun, penataan Kawasan kini masih menyisakan persoalan bagi pelaku
usaha kecil. Karena ada beberapa pelaku UMKM
hingga kini belum ada kepastian dapat tempat berjualan di tengah proses
penataan kawasan jalur wisata tersebut.
Sebagaimana diketahui, bahwa Kawasan
Ciater merupakan salah satu destinasi unggulan Jawa Barat Untuk itu dengan ditatanya
Kawasan Ciater tentunya diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan daya tarik
wisatawan.
Lebih lanjut politisi Golkar Jabar
ini mengatakan, pasca penataan kawasan Ciater tentunya akan berdampak postif
bagi pelaku usaha perdagangan masyarakat local yang selama ini menggantungkan
penghidupan dari aktivitas perdagangan di kawasan wisata Ciater.
“Kami memahami bahwa proses
penataan pedagang dan pembangunan tenant di sepanjang jalur ini belum
sepenuhnya rampung. Hal ini jelas masih menyisakan berbagai tantangan bagi
keberlangsungan usaha warga lokal,” ujar Tati.
Ia menegaskan, Komisi II DPRD Jawa Barat akan terus mengawal persoalan tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat didorong segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur tenant agar para pedagang memperoleh tempat relokasi yang layak, aman, dan representatif.
Rombongan Komisi II DPRD Jabar saat meninjau kawasan Ciater-Subang
Menurut Tati, penataan kawasan
wisata harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat
setempat. Modernisasi kawasan, kata dia, tidak boleh justru membuat pelaku UMKM
yang selama ini menjadi bagian dari denyut ekonomi pariwisata tersisih.
“Penataan kawasan wisata harus
berjalan seiring dengan perlindungan ekonomi warga lokal. Aspirasi para
pedagang di Ciater menjadi catatan evaluasi penting yang akan kami kawal secara
ketat dalam rapat kerja bersama dinas-dinas terkait di tingkat provinsi,”
tegasnya.
Di sisi lain, Tati juga mengajak
wisatawan untuk ikut menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan membeli
produk-produk UMKM saat berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Jawa Barat.
Menurutnya, pertumbuhan sektor
pariwisata semestinya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar,
terutama pedagang kecil yang menjadi bagian dari ekosistem destinasi.
“Kehadiran wisatawan harus membawa
berkah langsung bagi pedagang kecil di sekitarnya,” pungkas Tati. (adip/sein).