Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Poe Ibu ASN Jabar Renovasi 18 Rumah Warga Garut, Zulkifly: Gotong Royong yang Patut Dipertahankan

Rabu, 09 September 2026 | 21:29 WIB Last Updated 2026-09-09T14:29:59Z
Klik
Poe Ibu ASN Setwan Jabar menyerahkan bantuan dana untuk renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu)  (foto:ist.setwan)

 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA — Semangat gotong royong aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat melalui program Rereongan Sapoe Sarebu atau “Poe Ibu” membuahkan hasil nyata. Sebanyak 18 rumah tidak layak huni di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, berhasil direnovasi menjadi rumah layak huni.

Program tersebut dibiayai dari iuran para ASN Pemprov Jawa Barat sebesar Rp1.000 per orang setiap hari. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membantu memperbaiki rumah warga yang membutuhkan.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Demokrat, H. Zulkifly Chaniago, mengapresiasi keberhasilan program tersebut. Menurutnya, bantuan itu memiliki dampak besar karena sejumlah rumah yang direnovasi sebelumnya tidak hanya dalam kondisi memprihatinkan, tetapi juga belum memiliki fasilitas MCK dan aliran listrik.

“18 rumah warga Desa Girimukti sebelumnya memang merupakan rumah tidak layak huni. Selain kondisi rumah yang tidak layak, ternyata juga tidak memiliki sarana MCK dan aliran listrik,” kata Zulkifly, Rabu (9/9/2026).

Zulkifly yang juga anggota Komisi IV DPRD Jabar menilai program Poe Ibu sejalan dengan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang selama ini mendapat dukungan APBD Provinsi Jawa Barat.

Pada 2026, program Rutilahu Jabar mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 juta untuk setiap unit rumah yang direnovasi. Namun, ia mengingatkan persoalan rumah tidak layak huni masih cukup besar karena tersebar di 27 kabupaten/kota.

“Masih ada puluhan ribu rumah warga Jabar tidak layak huni. Karena itu, setiap tahun anggaran untuk program Rutilahu dialokasikan dalam APBD Jabar,” ujarnya.

Ia pun mendukung inovasi pemerintah daerah, termasuk Poe Ibu, sebagai bentuk partisipasi ASN dalam membantu masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara program pemerintah dan semangat gotong royong dapat mempercepat penanganan rumah tidak layak huni.

Program Poe Ibu sendiri merupakan kependekan dari Rereongan Sapoe Sarebu, yang bermakna gotong royong menyisihkan Rp1.000 setiap hari. Dana tersebut dihimpun dari ASN Pemprov Jabar dan disalurkan untuk membantu renovasi rumah warga yang membutuhkan.

Selain program pemerintah dan ASN, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat juga turut berperan dalam mendukung renovasi rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu dan mustahik di berbagai daerah di Jawa Barat. (syaf/sein). 

×
Berita Terbaru Update