![]() |
| Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung secara resmi melantik Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D., sebagai Rektor baru periode 2026–2030, menggantikan Dr. Didin Saepudin, S.E., M.Si. |
Melalui visi "Sangga Buana
Great Again", Prof. Diana mengusung tiga agenda strategis: mewujudkan USB
yang Unggul, Terhubung, dan Berdampak. Salah satu target utamanya adalah
mengembalikan kejayaan populasi mahasiswa kampus.
"Sangga Buana pernah memiliki
hingga 20 ribu mahasiswa. Saat ini berada di angka 6 ribu lebih. Ini menjadi
motivasi besar bagi kita untuk rebound dan mengembalikan kejayaan
tersebut," ujar Prof. Diana usai pelantikan.
Tiga Pilar Strategis dan Inovasi
Campuses
Dalam kepemimpinannya, Prof. Diana
memfokuskan peningkatan pada beberapa sektor kunci:
Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D seelah dilantik mengibarkan pataka USB YPKP
Penguatan Akademik & SDM: Menargetkan lahirnya 10 Guru
Besar (Profesor) baru pada 2030, memperkuat kompetensi dosen, serta
mengoptimalkan peran alumni.
Ekspansi Internasional: Memperluas jejaring exchange
student ke Australia dan Eropa, melengkapi kerja sama yang sudah berjalan
dengan Korea, Malaysia, Thailand, Turki, dan Slovakia.
Komitmen Green Campus: Menolak karangan bunga papan saat
pelantikan dan dialihkan ke pelatihan green florist (bebas styrofoam),
sekaligus mengembangkan wakaf produktif dan beasiswa mahasiswa.
Dukungan Fakultas Baru: Mengawal
rencana pembentukan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan.
Amanah Yayasan: "Naik
Kelas" dan Ekosistem Kesehatan
Ketua Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (YPKP), Prof. Ricky Agusiady, menegaskan bahwa tugas utama Rektor baru adalah membawa universitas "naik kelas" melalui outcome nyata bagi masyarakat dan kolaborasi erat dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dr. Didin Saepudin, S.E., M.Si. menyerahkan berkas USB YPKP kepada Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D
"Unggul saja tidak cukup,
masyarakat melihat outcome dan kebermanfaatannya. Dalam 100 hari pertama,
Rektor baru harus cepat melakukan pemetaan (mapping) untuk menentukan langkah
strategis," kata Prof. Ricky.
Selain pengembangan akademik, YPKP
saat ini tengah menuntaskan perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk
pembangunan rumah sakit kampus. Langkah ini dirancang guna membangun ekosistem
pelayanan kesehatan terpadu sekaligus mendukung hadirnya fakultas kedokteran
baru.
Prof. Ricky juga menganalogikan
perekrutan kepemimpinan baru ini seperti strategi naturalisasi dalam sepak
bola—membawa penyegaran profesional tanpa mengikis integritas dan kultur dasar
YPKP. (cuy/ell/red).
