Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sawahlunto Belajar ke Bandung: Dari Layanan Digital hingga Kabel Semrawut

Jumat, 25 September 2026 | 11:03 WIB Last Updated 2026-09-25T04:03:06Z
Klik
Wali kota Bandung M.Farhan menerima Wali kota Sawahlunto



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, datang ke Bandung untuk mempelajari cara mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis digital sekaligus menata persoalan perkotaan. Smart governance, layanan publik hingga penataan jaringan kabel menjadi sejumlah praktik yang dipelajari.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, Bandung dinilai memiliki pengalaman yang relevan untuk menjadi referensi, meski karakter dan skala kedua kota berbeda.

“Kita melihat Bandung ini sebagai salah satu promotor. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari Bandung,” ujar Riyanda di Pendopo Kota Bandung, Kamis 24 September 2026.

Menurutnya, pengembangan layanan publik digital menjadi salah satu perhatian utama. Pemkot Sawahlunto juga melihat pengalaman Bandung dalam mengelola infrastruktur perkotaan, termasuk jaringan kabel dan utilitas di kawasan strategis.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut pertukaran pengalaman tersebut. Ia menilai, setiap daerah memiliki persoalan berbeda meskipun berada dalam kerangka aturan pemerintahan yang sama.

“Keragaman kota-kota di Indonesia ini dipersatukan lewat aturan yang sama. Aturannya sama, tapi masalahnya beda,” kata Farhan.

Wali Bandung bersama Wali kota Sawahlunto


Farhan mencontohkan penataan kabel telekomunikasi. Menurutnya, persoalan kabel semrawut tidak bisa hanya diselesaikan dengan memotong kabel secara berkala. Bandung mulai mendorong pembangunan utilitas bawah tanah dengan melibatkan operator telekomunikasi.

“Yang kita urus itu tata kotanya. Kalau urusan bisnisnya, biar mereka yang mengurus,” ujarnya.

Selain penataan utilitas, Pemkot Bandung memaparkan pengembangan smart governance, integrasi data dan layanan digital, termasuk Halo Bandung. Praktik lain yang dibagikan mencakup pengelolaan data kewilayahan melalui Laci RW, pengelolaan sampah, pelestarian cagar budaya, ekonomi kreatif hingga transportasi.

Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya kedua daerah mencari solusi atas persoalan perkotaan melalui kombinasi teknologi, kebijakan, infrastruktur dan kolaborasi. (ray/red).

×
Berita Terbaru Update