Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Farhan: Pembangunan Bandung Jangan Sekadar “Make Up”, Suara Warga Harus Didengar

Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:30 WIB Last Updated 2026-10-06T10:30:04Z
Klik
Wali kota Bandung M.Farhan : membngaun Bandung bukan sekedar Make Up, juga harus didengar suara rakyat


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pembangunan Kota Bandung dinilai tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik dan mempercantik wajah kota. Pengetahuan, kreativitas, kritik, serta suara masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pembangunan yang hanya menyentuh permukaan tidak akan bertahan lama jika akar persoalan kota tidak diselesaikan.

“Kita harus membangun sesuatu yang lebih dari sekadar make up. Karena make up mah begitu teu di-touch up maka akan turun. Itu yang terjadi selama ini,” kata Farhan saat membuka Pameran Milestone Kota Bandung #3 di Microlibrary Asia Afrika, Senin (5/10/2026).

Menurut Farhan, Bandung membutuhkan ruang publik yang tidak sekadar indah, tetapi mampu menjadi ruang interaksi sosial sekaligus mendukung kesehatan masyarakat. Namun, kondisi ideal tersebut masih menjadi pekerjaan rumah di tengah keterbatasan lahan dan kepadatan kota.

“Daun hijau yang rimbun, taman kota yang menyenangkan, badan sungai yang bersih dan ruang-ruang publik yang dibangun sebagai pusat interaksi sosial warganya. Hari ini semua itu masih mimpi. Belum terwujud,” ujarnya.

Farhan juga menekankan pentingnya literasi dan keterlibatan akademisi dalam pembangunan. Kritik dan suara masyarakat, kata dia, dibutuhkan agar pemerintah tidak keliru membaca persoalan di lapangan.

Farhan membuka Pameran Milestone Kota Bandung #3 di Microlibrary Asia Afrika,

 

Pameran Milestone Kota Bandung #3 mengangkat tema “Semangat Bandung Kota Kembang yang Tidak Pernah Layu”. Kegiatan ini mengajak masyarakat mengenal perjalanan taman-taman Bandung, dari era kolonial hingga perkembangannya saat ini.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Dewi Kania Sari mengatakan, Milestone merupakan agenda tahunan yang dimulai pada 2025. Tingginya antusiasme masyarakat membuat kegiatan tersebut pada 2026 digelar dua kali.

Pameran ketiga ini melibatkan perguruan tinggi, komunitas, akademisi, dan pelaku kreatif. Selain sejarah dan toponimi taman, pengunjung dapat melihat penelitian serta karya tentang arsitektur, lingkungan, ruang publik hingga teknologi pemindaian tiga dimensi taman Kota Bandung.

Pameran dijadwalkan berlangsung hingga 18 Oktober 2026 dan dapat diperpanjang menjadi tiga minggu apabila antusiasme masyarakat tinggi. (*/red).

×
Berita Terbaru Update