![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan : dorong UMKM nik Kelas dan tembus pasar Global |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
menyampaikan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha membutuhkan kolaborasi erat
antara pemerintah, perbankan, swasta, dan komunitas ekonomi.
Peningkatan skala usaha mencakup
penguatan rantai pasok bahan baku, kualitas produksi, perluasan akses
pembiayaan, hingga strategi pemasaran berbasis digital.
Penataan Model Bisnis PKL: Pemkot
merancang konsep khusus bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai kategori usaha
berkarakteristik mobile. Penataan menekankan prinsip datang bersih, pulang
bersih agar ruang publik tetap tertata tanpa mematikan mata pencaharian warga.
Sertifikasi Halal & Transaksi
Digital: Sertifikasi halal didorong guna meningkatkan daya saing produk lokal,
sementara adopsi QRIS disiapkankan untuk memudahkan transaksi digital, termasuk
melayani wisatawan mancanegara.
Potensi Fesyen & Industri Sepatu: Sektor busana muslim dan sepatu lokal Kota Bandung dinilai memiliki keunggulan desain kompetitif yang siap menguasai pasar domestik sebelum merambah pasar ekspor.

Farhan dalam acara temu bisnis dan peresmian program inkubasi bisnis terintegrasi
Fondasi Pasar Domestik dan Peran
Fasilitator
Farhan menekankan pentingnya
menguasai pasar dalam negeri sebagai pijakan utama sebelum melangkah ke pasar
internasional. Penguatan basis konsumen lokal akan membentuk kapasitas produksi
yang jauh lebih solid.
Efisiensi Rantai Pasok Pangan:
Pelaku usaha besar diimbau berperan aktif menjaga kelancaran distribusi bahan
baku agar pelaku UMKM memperoleh pasokan yang stabil dan terjamin.
Pemerintah sebagai Regulator &
Fasilitator: Pemkot Bandung berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif
melalui kemudahan izin, fasilitas inkubasi, dan pembukaan jejaring pasar.
Melalui Program Inkubasi Bisnis
Terintegrasi ini, Pemkot Bandung optimistis pelaku UMKM dapat bertransformasi
menjadi unit usaha yang lebih profesional, adaptif, serta menjadi motor
penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. (ziz/red).
