Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Vanya Wijaya dan GSI Records Gaungkan Pesona Malang Raya Lewat Album Bumi Kanjuruhan

Rabu, 04 November 2026 | 13:57 WIB Last Updated 2026-11-04T06:57:59Z
Klik
Penyanyi muda Vanya Wijaya bersama GSI Records melalui album Bumi Kanjuruhan, sebuah karya musikal yang mengangkat sejarah, alam, dan budaya Malang Raya.



MALANG, FAKTABANDANGRAYA, --- Musik menjadi salah satu cara memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. Semangat itulah yang diusung penyanyi muda Vanya Wijaya bersama GSI Records melalui album Bumi Kanjuruhan, sebuah karya musikal yang mengangkat sejarah, alam, dan budaya Malang Raya.

Album tersebut diluncurkan dalam konser JIWANTARA KANJURUHAN 2026 yang digelar GSI Records, bagian dari Senada Music Group, pada 25 Oktober 2026 di Malang. Proyek ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa misi memperkenalkan potensi daerah melalui karya seni musik.

“Aku merasa senang karena lewat lagu, aku bisa ikut mengenalkan Malang kepada lebih banyak orang,” ujar Vanya saat berbincang dengan awak media, Rabu (4/11/2026).

Produktivitas Vanya di dunia musik terbilang menonjol. Dalam tiga tahun terakhir, ia telah merilis 33 single, termasuk dua mini album. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam mengeksplorasi karakter vokal sekaligus membangun penghayatan terhadap setiap lagu yang dibawakannya.

Untuk mendalami materi Bumi Kanjuruhan, Vanya mempelajari foto dan video mengenai lokasi, sejarah, serta kebudayaan yang menjadi inspirasi lagu. Baginya, seorang penyanyi tidak cukup hanya menguasai teknik vokal, tetapi juga harus mampu memahami dan menyampaikan pesan di balik sebuah karya.

Penghargaan konser JIWANTARA KANJURUHAN 2026 yang digelar GSI Records


“Aku ingin setiap lagu yang aku nyanyikan bisa membuat orang ikut merasakan ceritanya, bukan hanya mendengarkan musiknya,” tuturnya.

Kehadiran album ini semakin bermakna melalui penampilan sembilan finalis kompetisi Jagoan Nyanyi Jiwantara Kanjuruhan. Mereka mendapat kesempatan membawakan lagu-lagu dalam album tersebut dengan karakter dan interpretasi masing-masing.

Denny Wijaya dari GSI Records menjelaskan, JIWANTARA KANJURUHAN dirancang sebagai wadah pengembangan ekosistem musik yang mempertemukan pencipta lagu, penyanyi, dan talenta baru. Prosesnya tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut pada pembinaan, produksi rekaman, promosi, distribusi digital, hingga kesempatan tampil dan berkolaborasi.

Menurut Denny, Malang Raya memiliki kekayaan sejarah, budaya, kesenian, dan destinasi wisata yang sangat potensial menjadi sumber inspirasi penciptaan lagu. Melalui Bumi Kanjuruhan, kekayaan tersebut diharapkan semakin dikenal sekaligus memperoleh ruang dalam industri musik nasional.

GSI Records juga menyiapkan pengembangan bagi talenta terpilih melalui kesempatan rekaman dan panggung lanjutan. Peserta dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Sidoarjo, dan Kepanjen, menjadi bukti bahwa ruang kreativitas musik dapat tumbuh melampaui batas wilayah.

Para penyanyi menerim pehargaan dalam acara konser Jiwantara Kanjuruhan bersama GSI Record


Ke depan, Vanya ingin terus mengeksplorasi berbagai genre, berkolaborasi dengan musisi lain, serta membawakan karya yang mengangkat kekayaan wisata, sejarah, dan budaya Indonesia hingga ke panggung internasional.


Melalui Bumi Kanjuruhan, Vanya dan GSI Records menunjukkan bahwa musik memiliki kekuatan lebih dari sekadar hiburan. Lagu dapat menjadi medium bercerita, merawat identitas, sekaligus memperkenalkan kebanggaan budaya lokal kepada dunia.

“Semoga melalui lagu-laguku, semakin banyak orang yang mengenal Indonesia dan semakin bangga dengan budaya negeri sendiri,” ungkap Vanya. (M. Fadhli/red).

×
Berita Terbaru Update