Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Budi Hermansyah : Dua Mantan Anggota DPRD Jabar Jadi Pengurus DPD Partai Hanura Jabar

Sabtu, 07 Oktober 2017 | 20:43 WIB Last Updated 2017-10-08T15:45:05Z
Klik

JABAR, FAKTABANDUNGRAYA,-- Ketua Badan Pemenangan Pemilu Daerah (Bappiluda) DPD Partai Hanura Jawa Barat, Budi Hermansyah mengatakan, kepengurusan DPD Partai Hanura Jabar yang baru dilantik oleh Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), di lapangan Monumen Bandung Lautan Api (BLA) Tegallega-Bandung merupakan restrukturisasi masa kepengurusan 2015-2020.

Dari 125 orang yang yang dilantik, ada sekitar 60 % sampai 70% muka baru, baik itu yang berasal dari pengurus DPC maupun yang barasal dari pengurus parpol lain yang bergabung ke Hanura. Bahkan ada dua mantan anggota DPRD Jabar yang menjadi pengurus yaitu sdr Sukmana (dulu PAN) dan Humar Dani (Gerindra), kini jadi pengurus DPD Partai Hanura Jabar. Dan ada juga dari pimpinan ormas yang jadi pengurus DPD.

Menurut Budi Hermansyah, dengan masuknya beberapa politisi dari Parpol lain dan juga pengurus ormas, tentunya kita senang, untuk bersama-sama menjadi Partai Hanura khususnya di Jabar terus bangkit, jaya, dan menang. Hal ini, sesuai dengan motto Partai Hanura yaitu Bangkit, Jaya dan Menang”.

Partai Hanura adalah partai terbuka, jadi siapa saja yang ingin bergabung dan menjadi kader tentunya kita terima dengan senang hati, asalkan mau mengikuti aturan sebagaimana diatur dalam AD/ART partai. Karena kita ingin Partai Hanura dicintai dan disenangi oleh masyarakat dan memiliki pengaruh ditengah masyarakat untuk membantu masyakat khususnya di Jabar.

Kalau Hanura bangkit, jaya dan menang di Jabar tentunya masyarakat juga jaya, ujar Budi Hermansyah mantan anggota DPRD Jabar periode 2009-2014 ini saat ditemui usai acara pelantikan DPD Partai Hanura Jabar, di Monume BLA Tegallega-Bandung, Sabtu (07/10).

Budi juga mengatakan, dalam Pilgub Jabar 2013 lalu, Partai Hanura salah satu partai pengusung dan turut andil besar dalam memanangkan pasangan Aher-Demiz jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2013-2018. Untuk itu kita terus mendukung pemerintah Gubernur Aher, sampai akhir jabatannya.

Adapun terkait strategi dan langkah politik Partai Hanura khususnya dalam menghadapi Pilkada di 16 Kab/kota dan Pilgub Jabar 2018, menurut Budi, tahapan penjaringan dan penyaringan calon Bupati/Wakil Bupati; Calon Walikota/Wakil Walikota sampai saat ini masih terus digodok.

Hasil penggodokan selanjutnya kita serahkan sepenuhnya kepada DPP untuk menentukan siapa yang akan direkomendasi untuk diusung dalam pertarungan Pilkada di 16 Kab/kota di Jabar. Selain calon, kita juga tengah melakukan penjajakan dan pendekati politik dengan berbagai parpol untuk berkuolisi.

“Alhamdulillah sudah ada beberapa parpol yang sudah mendekati titik temu untuk berkuolisi, mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama lagi dapat dituangkan dalam kesepakatan bersama (MoU)”, ujarnya.

Namun, Budi belum bersedia menyebutkan berkuolisi dengan partar mananya, sabar aja nanti akan kita bukakan secara terang menerang kepada media massa agar diketahui oleh masyarakat luas, kilahnya.

Sedangkan terkait dengan Pilgub Jabar, tentunya kita inginkan Ketua DPD Hanura Jabar ,Aceng Fikri, diusung jadi cagub atau cawagub Jabar 2018. Namun, perlu diketahui bahwa sampai saat ini suhu politik di Jabar walaupun sudah sedikit menghangat tapi masih sangat cair. Semua Parpol masih saling menjajaki, belum ada satu, dua atau tiga parpol yang telah menandatangani MoU Kuolisi. Kan, masih cukup waktu, sampai awal Januari 2018, untuk itu, beberapa minggu kedepan, pertemuan lintas Parpol akan kita lakukan lebih intensifkan lagi, jelasnya.

Apakah kehadiran Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi ; Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi , Wakil Ketua DPW PPP Jabar Komarudin Thaher; tanda-tanda kedekatan untuk berkuolisi ?... , Kehadiran para pengurus Porpol lain itu, sebagai undangan menghadiri pelantikan kepengurusan DPD Hanura Jabar, kilah Budi.

Intinya, Hanura inginkan pemimpin Jabar yang terpilih dan menang dalam Pilgub Jabar 2018, adalah yang memang benar-benar dikehendaki rakyat dan didukung sesuai dengan hati nurani rakyat demi kemajuan provinsi Jawa Barat untuk lima tahun kedepan, tandasnya. (sein).


×
Berita Terbaru Update