Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cari Kepuasan, Masyarakat Tinggalkan Media Maintream Beralih ke Medsos

Selasa, 05 Desember 2017 | 19:06 WIB Last Updated 2017-12-05T18:10:44Z
Klik


BANDUNG, FAKTABANDUNGARAYA.COM,-- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, beberapa tahun belakangan ini, masayrakat mulai tidak terhadap berita yang dimuat oleh media mainstream, sehingga bermunculah Citizen Jurnalisme ( jurnalis warga) dan media sosial (medsos) yang ternyata didalamnya banyak membuat berita Hoax.

Menurut Demiz, berita Hoax yang disebar lewat Medsos, tidak boleh dibiarkan, harus dilawan dan diantisipasi bersama, Untuk itu, akhirnya Pemprov Jabar mengeluarkan kebijakan dan menyatakan perang terhadap berita Hoax.

Banyak bermunculan berita di Medsos, harus dapat dimaklumi, karena masyarakat kecewa terhadap media mainstream yang membuat berita palsu. Sehingga masyarakat menjadi jenuh dan akhirnya mencari kepuasan informasi melalui Medsos. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menjadi penikmat informasi atau berita, akan tetapi masyarakat menjadi pembuat dan penulis berita.

Hal ini tegaskan Wagub Demiz selaku keynote speech dalam acara, “ Seminar Antipasi Hoax, pada Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tanggal 5-6 Desember di Hotel Marbella Bandung, Selasa (5/12).

Melalui medsos, masyarakat menjadi beralih fungsi, mereka menulis, dan menyebarkan sendiri berita-berita dengan adanya jurnalisme warga, biak melalui Facebook, WhatsApp, twitter dan yang lainnya," katanya.

Seiringan dengan marakanya media sosial, tentunya memberikan dampak yang sangat luar biasa, karena media sosial pun kerap memberikan berikan berita hoax, dan ini yang menjadi sorotan kita, maka dengan demikian harus dibentuknya masyarakat yang tabayyun yakni untuk mengecek dan sejauh mana pemberitaan ini mempunyai kebenaran yang sejati.

Berhubung kita telah menyatakan perang melawan berita Hoax, maka harus ada Jurnalis Tabayyun, dimana sebelum menyebarkan berita Hoax, seharusnya masyarakat melakukan ceck dan Ric sebelum Hoaxhak tersebut disebarkan lebih lanjut kepublik.

Demiz juga mengatakan, peran pemerintah dalam memerangi informasi Hoax maka dalam waktu dekat Pemprov Jabar akan mendeklarasikan perang terhadap berita hoax. Hal ini penting sebagai upaya menangkal berita hoax.

Lebih lanjut Demiz mengatakan, berita Hoax itu sudah ada sejak Zaman Nabi Muhumman SAW, bahkan istri nabi Muhammad pernah menjadi korban berita Hoax atau difitnah, yaitu dianggap telah berselingkuh dengan orang lain. Padahal tuduhan selingkuh tersebut tidak pernah dilakukan sama-sekali oleh istri nama yaitu Siti Aisyah.

Untuk itu, Demiz menghimbau dan mengajak agar masyarakat dalam mensikapi berita Hoax agar dapat nenerapkan sifat nabi Muhammad SAW seperti Sidiq, Tablig, Amanah dan Fatonah. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi termasuk menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya.

"Masyarakat harus Tabayun dan selektif dalam mengkonsumsi berita," tandasnya. (sein).
×
Berita Terbaru Update