Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bentuk Tim Investigasi, Kebocoran Soal USBN Mencoreng Dunia Pendidikan Jabar

Senin, 26 Maret 2018 | 16:50 WIB Last Updated 2018-03-27T11:58:53Z
Klik
BANDUNG, (FBR.Com),--- Komisi V DPRD Jabar merekomendasikan kepada pihak Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Jabar untuk segera membentuk Tim Investigasi terkait maraknya pembicaraan di media sosial dan pemeberitaan di media massa tentang kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional 2018 tingkat SLTA.

Menurut Ketua Komisi V DPRD Jabar, Syamsul Bachri, pembentukan Tim Investigasi sangat penting dalam mendalami indikasi adanya kebocoran USBN 2018 tingkat SLTA (SMA-SMK dan MAN). Tim Investigasi ini dibentuk oleh Disdik Jabar dengan melibatkan Dewan Pendidikan, Penggiat Pendidikan/ FAGI.

Massa kerja Tim Investigasi ini selama 1 Minggu, dibekali surat tugas yang dikeluarkan oleh Disdik Jabar. Setelah Tim terbentuk, dilanjutkan dengan membuat langkah-langkah yang harus dilakukan, apa saja yang harus diinvestigasi. Bila nanti ditemukan adanya pelanggaran administrasi, ya silahkan rekomendasikan. Apakah regulasinya harus dirubah atau bagaimana.

Namun, bila ditemukan adanya unsur kesengajaan yang mengandung unsur kriminal, silahkan Tim Investigasi untuk merekomendasikan ke aparat penegak hukum yaitu ke Kepolisian dan Kejaksaan. Biar kedepan tidak ada lagi kebocoran dan orang jadi jera, ujarnya.

“ Apapun hasil kajian dan rekomendasi Tim investigasi, kita (Komisi V-red) tunggu saja”, tegasnya.

Ditambahkan Wakil Komisi V, Yomanius Untung, kasus terjadinya kebocoran soal dan kunci jawaban tentunya sangat memprihatinkan bagi dewan.

Persoalan kebocoran ini jangan dianggap kecil atau sepeleh karena menyangkat dunia pendidikan di Jabar dan nasib peserta didik. Apalagi, hasil investigasi FAGI Jabar sudah ditemukan beberapa WA Group dan telah terfollow-up di media massa, ujarnya.

Menurut Untung, sebenarnya para peserta didik sudah siap untuk menghadapi USBN, namun dengan adanya kebocoran soal dan kunci jawaban USBN ini tentunya berpengaruh terhadap peserta didik.

Saat ditanya dimana dan siapa yang sengaja membocorkan soal dan kunci jawaban USBN ?... Menurut Untung, soal itu, nantilah kita tunggu hasil tim investigasi. Namun, bisa juga dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, baik pihak Disdik, Sekolah, tetapi bisa juga dilakukan oleh pihak bimbingan belajar, guna kepentingan menaikan ratting, ujarnya.

Sementara itu Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi, mengatakan sesuai hasil rapat dengan Komisi V tadi disepakti dibentuk Tim Investigasi. Tim investigasi di Ketuai oleh kepala cabang dinas (KCD) wilayah VII, yang anggotanya terdiri dari unsur dewan pendidikan, MKKS, MK3S, MGMFisika/Sejarah dengan massa kerja selama seminggu.

“Besok kita keluarkan surat tugas Tim Investigasinya, tingkat kebocoran ini banyak terjadi di Kota Bandung, maka tim akan bekerja fokus di kota Bandung. Nanti, hasil investikasi direkomendasi ke Disdik Jabar dan Komisi V DPRD Jabar. Namun, bila ditemukan ada tindak pidana, tentunya kita, mendorong untuk juga dilaporkan aparat penegak hukum, baik itu kepolisian maupun kejaksaan, ujarnya.

Apa benar ada dugaan keterlibatan pihak Bimbingan Belajat (Bimbel) ?.... itukan baru dugaan, kata Hadadi, soal benar tidaknya, kita tunggu saja hasil kerja tim investigasi, ujarnya.

Intinya Disdik Jabar sangat mendorong Tim Investigasi untuk dapat bekerja maksimal dan optimal agar hasilnya juga maksimal, tandasnya.

Kapala KCD Wilayah VII Husein, menjelaskan alur pendistribusian soal dan kunci jawaban USBN, dari Disdik Jabar dikirim ke KCD wilayah I s/d 13 dalam bentuk shopcopy ( Flasdisk); selanjutnya diberikan ke MKKS dan diteruskan ke K3S masih dalam bentuk shopcopy (flasdisk).

Namun, saat diberikan ke Kepala Sekolah yang bersangkutan sudah bentuk CD bukan lagi Flasdisk dan pihak Sekolah-lah yang menggandakan/ mencetaknya”, jelas husein.

Sedangkan, Ketua FAGI Iwan Hermawan mengatakan informasi kebocoran soal dan kunci jawaban USBN SLTA 2018 di Jabar, didapat dari media sosial. Informasi yang masuk ke FAGI, kita tindak lanjuti dengan mencari keberanannya dengan melakukan investigasi, dan kita kirim agen-agen untuk berupaya masuk ke WA Group “Serba Serbi USBN”, dan “Group LINE”.

Hasilnya memang benar ditemukan kebocoran, dalam WAG dan Group Line tersebut, cukup jelas ini pembicaraanya tentang soal dan kunci jawaban USBN. Di WAG dan Group Line tersebut, anggotanya ratusan orang. Namun, begitu mulai terkuak di media massa, akhirnya satu-satu anggota WAG dan Line, keluar.

Iwan juga mengatakan, sebenarnya melacak siapa dibalik layar yang membocorkan, tidak terlalu sulit, karena dalam WAG dan Group Line, semua nomor HP termasuk juga siapa Adminnya sudah kita catat.

“ FAGI siap membantu dan memberikan data hasil investigasi FAGI, jika aparat kepolisian meminta, untuk membongkor siapa sebenarnya yang membocorkan USBN”, tandasnya.

Acara raker tersebut dihadiri Kapala Disdik Jabar, Kantor Cabang Dinas Wilayah Jabar, Dewan Pendidikan Jabar, Perwakilan Kantor KanwilDepag Jabar, Forum Aksi Guru Independen (FAGI), Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP) Fisika dan Sejarah; Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), (husein).


×
Berita Terbaru Update