Cadik Jalur KETM Belum Tertampung, Dewan Pendidikan Jabar Ajukan Solusi Ke Gubernur

Iwan Hermawan (anggota Dewan Pendidikan Jabar)
Foto: istimewah 
BANDUNG, (faktabandungraya.com),-- Hasil seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 jalur Keterangan Tidak Mampu (KETM) untuk tingkat SLPT dan SLTA sudah diumumkan. Hasilnya, masih cukup banyak anak-anak dari kalangan keluarga tidak mampu belum tertampung disekolah negeri. Untuk itu, menurut Koordinator Pengawasan dan Pantauan PPDB DPJB, Iwan Hermawan, harus dicarikan solusinya, agar anak-anak tetap sekolah namun tidak membebani biaya orangtua siswa.

Iwan Hermawan yang juga pengurus Dewan Pendidikan Jawa Barat (DPJB) mengatakan, sebagai wujud tanggungjawab nasib dan kelanjutan pendidikan anak-anak Jawa barat, maka kami dari Dewan Pendidikan Jabar mengajukan solusi kepada Gubernur dan Kadisdik Jabar sebagai berikut :

1. Tambah kuota KETM di Sekolah-sekolah Negeri di daerah kantong-kantong kemiskinan (SMAN di kt Bdg 10,13;16,17,18,25 dan beberapa SMKN) dgn penambahan rombongan Belajar , bila tidak ada ruangan pemprov segera membangun RKB di sekolah tsb.

2. Inventalisir sekolah-sekolah Swasta yang mau menerima Cadik KETM kerjasama BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) dan MKSS ( Musyawarah Kepala Sekolah Swasta) Jabar

3. Secepatnya di buka pendaftaran SMA Terbuka bagi cadik KETM yang berminat ke SMA terbuka.

Solusi ini akan kita sampaikan ke Pj Gubernur Jabar dan Dinas Pendidikan Jabar serta ke DPRD Jabar melalui Komisi V, ujar IWan kepada wartawan di Bandung (9/7-2018)

Melalui ke tiga (3) solusi tersebut, kita harapkan semua anak-anak usia pendidikan tidak terputus pendidikannya jenjang pendidikan dan para orangtua tidak terlalu direpotkan akan kelanjutan pendidikan anaknya, tandasnya. (sein/red).

Kata Bijak Fakta Bandungraya

Jika kau merasa besar periksalah hatimu mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci periksalah jiwamu mungkin putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa wangi periksalah ikhlasmu mungkin ada asap dari amal shalih mu yang hangus terbakar riya.