Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Lakukan Perbaikan IPAL Secara Menyeluruh, Lubang Limbah PT Benang Warna Indonusa Dibuka Kembali

Minggu, 01 Juli 2018 | 09:36 WIB Last Updated 2018-07-04T07:07:28Z
Klik
FAKTABANDUNGRAYA.COM, KOTA CIMAHI - Setelah ditutup lubang pembuangan limbah pabriknya oleh Satgas Citarum Sektor 21, PT Benang Warna Indonusa langsung berupaya mempercepat perbaikan IPALnya secara menyeluruh. Selain itu, perusahaan yang berdiri sejak Tahun 1989 ini berkomitmen untuk menjaga dan tak akan kembali membuang limbah cair yang berpotensi mencemari sungai sebagai bentuk dukungan terhadap program Citarum Harum.

"Kita (perusahaan) akan komitmen tak akan buang limbah yang tidak sesuai, limbah yang akan keluar jauh lebih jernih dari sebelumnya," janji Heni R, selaku Manajer Personalia dan Umum, Sabtu 30 Juni 2018.

Mewakili pemilik perusahaan yang berhalangan hadir, Heni R mengatakan bahwa selama lubang pembuangan limbah dilakukan penutupan oleh Satgas, perusahàn merasa kesulitan meski produksi telah dihentikan sejak penutupan. Pasalnya, mereka (karyawan yang tetap bekerja walau mesin produksi tak beroperasi) kesulitan untuk membuang air selain limbah.

"Mesin produksi mati, karyawan yang tetap bekerja di divisi lain merasa kesulitan karena untuk rutinitas sehari-hari, seperti cuci tangan, wudhu dan mandi karyawan, gak bisa keluar karena pabrik hanya memiliki satu-satunya lubang pembuangan," keluh Heni.

Kami sadari, lanjut Heni, jika selama ini perusahaan sedang mendapatkan pembinaan dari Dinas LH. Dirinya juga mengakui selama ini perusahaan masih sering mendapatkan rapor biru dan rapor merah dari dinas terkait.

"Dengan adanya penutupan limbah ini, telah memacu kami (perusahaan) mempercepat perbaikan IPAL," tandasnya.

Ditambahkan Lukman salah satu konsultan yang dipercaya pihak pabrik untuk membenahi IPAL mengatakan bahwa secara teknis PT Benang Warna Indonusa dalam pengolahan limbah cairnya menggunakan metode Kimia-Fisika. Setelah dilakukan pengecekan secara menyeluruh, ternyata ada beberapa alat yang harus diperbaiki. Kedepan, pihak pabrik juga akan membangun pengolahan limbah secara biologi, untuk melengkapi dan menyempurnakan proses pengolahan limbah.

"Salah satu kekurangannya adalah kurangnya kapasitas bak pengendapan. Karena kurangnya proses pengendapan dapat mengakibatkan masih ada slute yang ikut keluar bersamaan dengan limbah," ujarnya.

"Kami telah memperbaiki proses dan sudah diuji coba pada mini plan dan hasilnya jauh lebih baik, untuk itu akan terlihat jika tutupan limbah dibuka kembali," harapnya.

Sementara, Dan Sektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat menyatakan bahwa dirinya juga sesuai komitmen akan membuka kembali tutupan lubang pembuangan limbah pabrik jika sudah bisa membuktikan dan memperlihatkan perbaikan yang sudah dilakukan pabrik.

"Sesuai komitmen, kami akan kembali membuka pentupnya asal perusahaan dapat menunjukan dan membuktikan adanya perbaikan. Kita cek sama-sama, kalo sudah baik pasti dibuka," ujarnya.

"Tapi jangan coba-coba setelah dibuka lubang limbahnya, kami dapati buang limbah kotor lagi, ya kami tutup lagi," tegas Yusep Sudrajat. (cuy/red).
×
Berita Terbaru Update