Senin Sudah Sekolah, Puluhan Orangtua Siswa Resah Anaknya Belum Diterima Sekolah

BANDUNG, (faktabandungraya.com),--- Puluhan orangtua siswa didampingi Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jabar kembali berunjuk rasa memperjuangkan nasib anak-anak mereka belum terdaftar juga disekolah Negeri maupun Swasta, sampai Jum’at (13/7-2018) sore. Padahal Senin lusa (16/7-2018) sudah mulai masuk tahun ajaran 2018-2019.

Menurut Koordinator FMPP kota Bandung, Ila Setiawati selaku pendamping orangtua siswa yang anaknya tidak diterima melalui jalur KETM (Keterangan Ekonomi Tidak Mampu), mengatakan, kami bersama orangtua siswa sudah dua pekan ini memperjuangkan nasib-anak jangan sampai putus sekolah gara-gara tidak diterima di sekolah Negeri maupun Swasta.

Kita sudah beberapa kali ke kantor Disdik Jabar, namun tidak menghasilkan keputusan yang membuat orangtua siswa jadi tetang, bahkan tadi, Jum’at (13/7) kita kembali ke Disdik Jabar, namun dengan seeanknya pak Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah VII, Husein R Hasan, mengatakan, untuk dapat diterima di sekolah negeri sudah tidak mungkin, sekarang silahkan bapak-bapak dan ibu-ibu mencari sekolah swasta.

Padahal sebelumnya pak KCD Husein mengatakan, akan memberikan rekomendasi kepada sekolah swasta agar anak-anak dari jalur KETM tidak dikenakan biaya pendidikan. Namun, tadi kita para orangtua disuruh mencari sendiri tanpa dibekali surat rekomendasi. Untuk itu, kami kembali ke DPRD Jabar meminta pertolongan Komisi V, agar dapat mencarikan solusi dan anak-anak kami tetap bersekolah walaupun di swasta asalkan tidak dibebani dengan biaya pendidikan, tegas Ila.

Puluhan orangtua kembali kecewa, karena sesampai di DPRD jabar tidak satupun anggota Dewan khususnya Komisi V yang membidangi pendidikan. Perwakilan orang tua dan FMPP hanya diterima Kasubag Aspira Setwan, Hermansyah.

“Maaf sekali bapak-bapak dan ibu-ibu, saat ini Komisi V sedang Dinas luar dan sebagian Pansus”, ujar Hermansyah saat menerima perwakilan orangtua siswa di ruang Pansus DPRD Jabar.

Para orangtua siswa tetap meminta solusi, kepastian, dan minta berkomunikasi dengan pak Yomanius Untung, Karena beberapa waktu lalu saat audensi, pak Untung menjanjikan akan mencari solusi dan raker dengan pihak Disdik Jabar pada Kamis (12/7) kemarin. Maka hari ini kami menuntut janjinya.

Akhirnya, Hermansyah menghubungi Wakil Ketua Komisi V Yomanius Untung, melalui HP, setelah berkomunikasi sebentar, HP diserahkan ke Ila. Melalui longspecker, Untung meminta kepada para orangtua siswa untuk memberikan data nama-nama anak yang tidak diterima melalui jalur KETM.

“Data ini, akan menjadi bahan bagi kami (komisi V-red) untuk berkomunikasi dengan pihak Disdik Jabar. Kita akan upayakan agar anak-anak yang nanti bila bersekolah di swasta tidak dibebani dengan biaya pendidikan”, ujar Untuk.

Semua data anak yang tidak diterima jalur KETM sudah disiapkan di Laptop, namun data secara fisik sudah diserahkan ke pihak Disdik Jabar melalui KCD Pendidikan Wilayah VII, ujar Hendrawan selaku koordinator FMPP Jabar.

Sebelum bubar, tolong minta nomor HP perwakilan orangtua siswa atau FMPP, agar bila ada informasi dari pak Untung dapat cepat disampaikan kepada orangtua atau melalui FMPP, ujar Hermansyah.

Aksi demo memperjuangkan nasib anak didik, berjalan lancar dengan pengawalan yang cukup ketat dari ratusan aparat kepolisian. (sein).

Kata Bijak Fakta Bandungraya

Jika kau merasa besar periksalah hatimu mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci periksalah jiwamu mungkin putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa wangi periksalah ikhlasmu mungkin ada asap dari amal shalih mu yang hangus terbakar riya.