Rampungkan Satu Bak Sampah, Subsektor 21-3 Akan Bangun Satu Lagi Di Desa Berbeda

FAKTABANDUNGRAYA.COM, BOJONGSOANG - Satgas Citarum Subsektor 21-3 sungai Cipamokolan telah merampungkan pembuatan bak pengolahan sampah ukuran 6X4 Meter yang terletak di RW O4 desa Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Rencananya, Subsektor 21-3 akan menambah satu lagi pembuatan bak sampah ukuran 5X4 Meter di RW 03 desa Buahbatu, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Bak pengolahan sampah dengan ukuran 6X4 meter ini terletak di RW 04, desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang ini, nantinya akan diserahkan dan dikelola oleh warga setempat.

Dansubsektor 21-03 Yahuza, melalui Wadansubsektor Kopda Gandung Suyono menjelaskan bahwa pembuatan bak sampah ini diselesaikan dalam waktu dua minggu, dikerjakan oleh anggota satgas dan dibantu oleh warga. "Dalam satu hari kita melakukan 2 kali pengerjaan, mulai jam 8 pagi hingga jam 11, dan dilanjutkan lagi mulai jam 2 siang hingga jam 4 sore," ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (11/12).

Selama pengerjaan bak sampah, Satgas Subsektor Cipamokolan dengan jumlah anggota 9 personil, tetap mengerjakan kegiatan wajib dan kegiatan rutin lainnya. Seperti korve di sungai, sosialisasi program citarum ke warga, perawatan taman dan pembuatan lubang dipinggir bantaran sungai yang akan digunakan untuk penanaman pohon.

Setelah ini selesai, lanjut Gandung, Satgas Subsektor 21-03 akan membuat satu lagi bak pengolahan sampah dengan ukuran 5X4 meter di RW 03 desa Buahbatu, Bojongsoang. Rencana penambahan pembuatan bak sampah yang akan dilakukan satgas citarum disambut baik oleh Ketua RW 03, Jajang Dahlan.

Jajang Dahlan mengaku bersyukur dengan rencana pembuatan bak sampah di wilayahnya, dan siap membantu pengerjaannya.

Selama ini, lanjut Jajang, pengelolaan sampah di RW yang terdiri dari 2 RT dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 180 KK ini sudah berjalan, dengan melakukan pengambilan sampah dua minggu sekali.

"Alhamdulillah warga juga merespon dengan baik dengan adanya satgas dan rencana pembuatan bak sampah, karena kami juga sudah melakukan sosialisasi ke warga sejak dua bulan yang lalu," tandasnya.

Sementara, Sekretaris Desa Tegalluar Aang mengapresiasi pembuatan bak sampah yang digagas oleh satgas citarum. Disamping sangat membantu kebersihan teritorial wilayah sungai, keberadaan satgas juga sangat membantu tugas pemerintah desa dalam sosialisasi masalah penanganan sampah.

Menurutnya, desa yang terdiri dari 5.500 Kepala Keluarga dari 14 RW ini dilewati oleh aliran sungai Citarum dan 4 anak sungai Citarum, diantaranya sungai Cikeruh, Citarik, Cinambo, dan Cipamokolan.

"Nilai-nilai ketimuran yang ada di masyarakat desaa sudah mulai tergerus, dengan sikap egoisme dan karakter karakter kehidupan kota. Dulu gotong royong itu warga sangat antusias sekali," ungkapnya.

"Kita tidak bosan bosan mengingatkan kepada warga, tapi dengan situasi dan kondisi saat ini kita gak bisa lakukan frontal sekaligus memaksakan karena ini sebuah karakter yang harus kita bina lagi. Setiap sosialisasi kita selalu mengutamakan gotong royong, partisipasi, swadaya dan sebagainya," lanjutnya.

"Insallah sedikit demi sedikit nilai nilai ketimuran yang sudah tergerus mulai kembali lagi, kalo rutin dan gencar mensosialisasikan pasti nilai nilai itu akan dirasakan kembali ditengah masyarakat," pungkasnya. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.