Pastikan Hasil Pengolahan Limbah Dengan Baik, Dansektor 21 Cek Dua Pabrik Selain Tekstil

Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat, cek hasil IPAL PT Nickrome Indojaya, Cimahi, Kamis (24/1/19).

FAKTABANDUNGRAYA.COM, CIMAHI - Selama hampir satu tahun fokus dan konsentrasi terhadap pencemaran limbah cair industri tekstil, kini Satgas Sektor 21 mulai perhatikan pabrik industri diluar tekstil. Hal ini diketahui saat Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat bersama anggotanya Subsektor 21-13 Cimahi melakukan pengecekan dan pemantauan dua pabrik selain tekstil, PT Nickrome Indojaya dan PT Indowira Putra Paint Factory di Kota Cimahi, Kamis (25/1/19).

"Yang selama ini kita gencar terhadap pabrik-pabrik di bidang tekstil, hari ini kita beralih ke perusahaan yang meng-krom pelapisan spare part sepeda motor," ujar Dansektor 21.

Tapi, kata Kolonel Yusep, disini juga kalo tidak melakukan pengolahan IPAL nya dengan baik, dapat membahayakan lingkungan dan ekosistem sungai. "Karena itu kita tetap konsen untuk melihat sejauh mana (IPAL) dikelola dengan baik atau tidak semua perusahaan penghasil limbah cair yang ada di wilayah sektor 21," ujarnya.

"Setelah kita sama sama lihat, disini air limbah yang dihasilkan sudah bening, juga ada ikan yang hidup. Saya berharap ini tetap dipertahankan, mudah mudahan semua perusahaan penghasil limbah cair mengelola limbah dengan baik," harap Dansektor 21.

Di lokasi yang sama, Edi Wirawan selaku Direktur perusahaan merasa dengan kehadiran satgas dalam program Citarum Harum bisa menghadirkan keadilan daya saing yang sehat dalam industri. "Bagusnya dengan adanya bapak bapak (TNI) memeriksa sungai dan segala macam, jadi kita merasa adil, bagi mereka yang tanpa mengolah limbah ngocor seenaknya aja, mengakibatkan daya saing yang gak sehat," ujarnya.

"Dengan kehadiran satgas ini mudah mudahan kedepannya daya saing semakin sehat, karena semua harus mengelola limbah," harapnya.

Dinilai sudah baik dalam mengelola limbahnya, Edi mengaku sudah sejak 30 tahun lalu, awal berdiri pabrik ini sudah mengelola limbah dengan baik.

"Sejak kita bediri 30 tahun yang lalu sejak membangun perusahaan ini pengolahan ipalnya sudah disiapkan dengan baik karena kita mengambil teknologi dari jepang," kata Edi.

Sementara di lokasi pabrik kedua, PT Indowira Putra, penilaian yang sama juga dikatakan Dansektor 21 terhadap perusahaan yang berdiri sejak tahun 1984 ini, yakni limbah cair yang dikeluarkan bening dan terdapat ikan diujung outlet pembuangan.

Raymond Wikono selaku Direktur Operasional, mengatakan bahwa kehadiran Satgas Citarum Harum sudah membantu banyak. Untuk itu, Pihak perusahaan sudah berkomitmen untuk mendukung program Citarum Harum.

"Satgas Citarum Harum menurut saya sudah membantu banyak. Kita dari sisi pabrik dan sisi perusahaan sudah berkomitmen untuk melakukan hal tersebut karena itu penting. Kita bekerja bukan hanya untuk kepentingan pribadi tapi untuk masyarakat sekitar dan terutama lingkungan hidup karena kita hidup dari lingkungan sekitar juga", jelas Raymond.

"Limbah kita banyaknya mengandung bahan alam jadi mudah terurai, tidak seperti limbah tekstil, ungkap Raymond. 

Jadi, lanjutnya, Kita komitmen kedepan untuk terus melanjutkan apa yang sekarang sudah dilakukan, kemudian lebih baik lagi dalam mengolah limbah untuk kehidupan sekitar. (Cuy). 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.