Satgas Sektor 21-17 Solokanjeruk : Sosialisasi Dan Patroli, Sasar Semua Lini Untuk Citarum Harum


FAKTABANDUNGRAYA.COM, BANDUNG - Sosialisasi program Citarum Harum sesuai Perpres No 15 Tahun 2018, akan terus konsisten dilakukan Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 17 Solokanjeruk, guna mewujudkan percepatan pengendalian pencemaran DAS Citarum.

Selain melakukan kegiatan rutin harian berupa karya bhakti di sungai, komsos kepada masyarakat, dan melakukan pengecekan pada IPAL industri penghasil limbah cair. Sosialisasi juga dilakukan Satgas Subsektor 21-17 Solokanjeruk dengan menggandeng warga, baik komunitas, instansi, pihak swasta dan lainnya.

Seperti halnya yang dilakukan Hari Selasa (29/1/19), Dikatakan Serma Agus Sumarna selaku Dansubsektor 21-17 Solokanjeruk, usai melaksanakan pengecekan bak sampah di Villa Kancil, Kabupaten Bandung. Memanfaatkan moment tersebut, satgas melanjutkan kegiatan dengan melakukan sosialisasi di tempat wisata tersebut, kepada pengunjung dan pegawai Vila Kancil, juga mensosialisasikan pendidikan dini kepada murid murid TK (PAUD), yang sedang berkunjung di lokasi wisata Vila Kancil.

"Pelaksanaan sosialisasi kepada anak-anak TK atau PAUD, pengunjung dan pegawai Vila kancil untuk tidak membuang sampah dan limbah yang bisa mencemari sungai," ujar Serma Agus Sumarna.

Tanggapan positif, kata Serma Agus, juga diberikan oleh pemilik villa tersebut, " Pak haji Johan sangat apresiasi dengan adanya program satgas citarum dan mengadakan sayembara bila ada yg menemukan buang sampah akan di kasih 500 ribu sebagai bentuk dukungan dengan program citarum harum," ungkapnya.

Sementara, untuk kegiatan hari ini, Rabu (30/1/19), Dansubsektor 21-17 menjelaskan bahwa, seperti biasa Satgas melaksanakan kegiatan rutin karya bhakti pembersihan di bantaran sungai dan melaksanakan patroli ke PT Naga Mulya, Solokanjeruk, melihat dan melakukan pengecekan bak akhir pengolahan limbah.

Perusahaan tersebut, lanjut Serma Agus, sudah menunjukkan peningkatan pengolahan limbah, "dengan hasil limbah yang bening, dan sudah membuat outlet (bak) yang ditanami ikan koi hidup didalamnya," ujar Dansubsektor 21-17.

Sementara, Susan selaku HRD PT Naga Mulya, mengakui bahwa air limbah yang dihasilkan saat ini sudah bisa digunakan produksi lagi (Recycle). "Dengan di recycle, ada keuntungan yang didapatkan perusahaan, yaitu pembayaran air artesis sebelumnya sampai 10 juta sekarang yang bulan desember hanya bayar 400 ribu rupiah," ungkapnya. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.